Sebagai Candi Budha terbesar di dunia layak apabila Candi Borobudur disebut sebagai kejaiban dunia. Bagaimana tidak, membayangkan bahwa candi yang luas dasarnya mencapai 123 meter x 123 meter dibangun oleh tangan manusia dan mengingat ketika itu teknologi belum secanggih sekarang rasanya seperti tidak mungkin, karena itulah pembangunan Candi Borobudur itu seperti keajaiban. Megah berdiri sampai dengan sekarang Candi Borobudur bukan saja sebuah simbol keagamaan tetapi juga bukti kehebatan dari peradaban masa lampau. Berlokasi di Desa Boro, Magelang, Jawa Tengah, sangat mudah untuk mengunjungi Borobudur karena banyak sekali angkutan dan tur yang menyediakan transportasi serta paket wisata ke sana. Labiru Tour juga menyediakan jasa dan pelayanan lengkap untuk menghantarkan pengunjung menikmati keindahan candi istimewa ini.

Sejarah Candi Borobudur

Sejarah penemuan dari Borobudur ini tidak lepas dari peran, Sir Thomas Raffles, yang ketika itu menjabat sebagai Gubernur-Jenderal Hindia Belanda. Sebagai penggemar kebudayaan Jawa, ia mengadakan ekspedisi mengelilingi Pulau Jawa, sampai ketika di Semarang ia mendengar bahwa ada sebuah bangunan besar tua tak terawat di dalam hutan dekat desa Bumisegoro. Ketika itu ia menyuruh bawahannya untuk mencari bangunan tersebut dan ketemu. Seketika itu pada kurun waktu 1880 – 1900-an keberadaan mencuri perhatian warga dunia sehingga memicu juga pada tindak pencurian arca. Sampai dengan Borobudur kemudian direstorasi dan ditetapkan peraturan pemerintah untuk melindungi harta budaya tersebut. Di era orde-baru, tahun 1973 barulah Borobudur disokong oleh UNESCO, pemugaran besar-besaran dilakukan dengan tim dan jumlah dana yang sangat besar, hal ini dilakukan demi menjaga Borobudur agar tetap dapat disaksikan sampai generasi berikutnya.

Kini dapat kita saksikan Borobudur yang megah, meski beberapa arca yang hilang tidak dapat ditemukan kembali (banyak patung Buddha yang kepalanya hilang) Borobudur tidak kehilangan daya pikat magisnya. Borobudur konon dibangun sekitar tahun 770 masehi pada pemerintahan Syailendra di Jawa Tengah. Sampai sekarang pun hal ini masih menjadi misteri karena sebenarnya tidak ada bukti tertulis yang mencatat dengan pasti kapan Borobudur itu dibangun. Melihat dari konstruksinya, batuan andesit disusun dengan model piramida berundak. Tidak semua bagian Borobudur adalah batu andesit, karena sebenarnya Borobudur itu bukit yang dipadatkan baru setelah itu disusunlah batu-batuan di sekelilingnya dengan metode interlock. Kemudian bangunan keagamaan ini dipergunakan untuk penghormatan dan ibadah kepada yang Maha Kuasa. Kini fungsi Borobudur sebagai tempat beribadah masih tetap berlangsung, disamping fungsi lain Candi Borobudur yakni sebagai lokasi wisata. Puncaknya adalah ketika Hari Raya Waisak dimana terdapat beberapa prosesi unik keagamaan yang dapat disaksikan oleh para awam.

Keindahan Candi Borobudur

The best part dari Borobudur adalah menikmati sunrise dari puncak Borobudur, hal ini dapat dilakukan dengan reservasi paket wisata dari hotel setempat yang memiliki akses ke Borobudur pada jam tersebut. Suasana yang didapatkan ketika menikmati matahari terbit dari candi ini adalah perasaan tenang, damai dan penuh syukur. Meski harga paket agak mahal, namun pengalaman yang didapatkan tak ternilai. Hmmm.. Segera rencanakan liburan indah Anda ke Candi Borobudur, temui sang keajaiban dunia.

Artikel Lain

Tinggalkan Komentar Anda