De Walik Museum

Destinasi Yogyakarta Tiket Masuk Rp50.000 Adventure Level

Deskripsi De Walik

Selain De Mata dan De Arca terdapat pula wahana dengan sensasi foto terbalik di De Walik. Masih berlokasi sama yaitu di XT Square. De Walik adalah museum rumah terbalik terbesar, dengan koleksi terbanyak di Indonesia. Terdapat 30 ruangan berfoto yang terbalik 180 dan 90 derajat, akan kamu temukan di sini.

Berjalan dan melihat-lihat berbagai ruangan spot foto di De Walik ini akan membuatmu merasa sedang berada di dunia yang terbalik. Salah satu yag menjadi favorit pengunjung adalah ruangan bengkel. Di ruang ini ada sebuah motor, ban, dan peralatan bengkel lain layaknya bengkel motor biasa.

Yang paling menarik di De Walik ini adalah Horor Roomnya, dimana ruangan dengan interior tengkorak, darah dan sebagainya bisa kamu jadikan tempat berfoto anti mainstream. Selain itu di sini terdapat juga ruangan Anti-Gravity yaitu ruangan Disko yang di atur sedemikian rupa sehingga memberikan kesan berbeda bagi para pengunjung yang berfoto di ruangan ini.

Ada pula ruangan Barber, mengusung tema ruangan 90°, kemudian Ruang angkringan, lengkap dengan gerobak dan bungkusan nasi kucing dan anglo. Di sini kamu juga bisa berinteraksi langsung dengan properti yang ada di setiap ruangan, kemudian bergaya sesuka kamu dan berekspresi bebas.

 

Sejarah De Walik

De Walik sebenarnya adalah sebuah pengembangan spot dari De Mata Trick Eye Museum yang baru mulai di buka pada tahun 2017. Tepatnya menjelang Idul Fitri tahun 2017 wahana ini ditambahkan ke dalam koleksi museum, dengan nama baru yaitu D’WALIK, yang berisi hampir 30 wahana berupa illusion room yaitu perabotan yang diletakkan terbalik.

Sebelumnya sejarah museum De Mata dimulai pada pendiriannya tertanggal 22 Desember 2013. Museum De Mata memiliki 120 buah gambar tiga dimensi dengan berbagai tema dan lukisan yang menipu mata, sehingga sebagian besar tampak seolah – olah akan keluar dari bingkainya.

Sebagian besar gambar tiga dimensi tersebut adalah hasil karya pendirinya yaitu Petrus Kusuma dan ada pula karya – karya dari mahasiswa seni rupa ISI Yogyakarta. Luas lahan museum De Mata kurang lebih sebesar 1600 meter persegi. Petrus Kusuma sebagai pendiri mengatakan bahwa pengalamannya berkeliling ke berbagai negara mengilhami pendirian museum ini.

Dari menyaksikan pameran serupa di beberapa kota di luar negeri khususnya di beberapa negara di Asia kemudian timbul keinginan untuk membuat hal yang serupa di Indonesia dengan penampilan yang dibuat agar lebih istimewa.

Yogya sebagai tempatnya menimba ilmu kemudian dipilih sebagai tempat pendirian museum ini.

 

Tujuan Didirikannya Museum De Walik

Tujuan didirikannya museum De Walik adalah untuk melakukan kegiatan berfoto, mengingat begitu mewabahnya trend swafoto di kalangan masyarakat saat ini sesuai dengan motto museum ini yaitu “We Give You The Best Place To Take Your Pict”.

Pengelola berharap bahwa dengan dibangunnya museum gaya baru ini maka dapat memancing minat anak muda untuk mengunjungi berbagai museum yang ada di berbagai kota di Indonesia.

Desain gedung dibuat menyerupai bentuk labirin agar pengunjung tidak merasa bosan di dalamnya. Gambar – gambar tiga dimensi yang memenuhi hampir setiap dinding juga akan diganti secara berkala untuk mengantisipasi kejenuhan pengunjung.

Ada beberapa sejarah museum lainnya di yogya, antara lain sejarah museum Affandi, sejarah museum biologi, juga sejarah candi Arjuna dan sejarah candi sewu.

Sejarah museum De Mata juga semakin dikukuhkan dengan pemberian penghargaan dari Museum Museum Rekor Indonesia atau MURI pada bulan Januari 2014.

Lokasi De Walik

Letak museum De Walik ada di XT Square, Gedung Umar Kayam, Lantai Basement, Jalan Veteran 150-151. Museum tidak jauh dari pusat kota dan akses jalannya pun sudah sangat baik sehingga mempermudah para pengunjung untuk mencapainya.

Museum bisa dicapai dengan jarak 4 kilometer atau 10 menit perjalanan dari pusat kota Yogyakarta ke terminal lama Umbulharjo. Pengunjung bisa menggunakan alat transportasi umum seperti taksi, ojek atau Transjogja selain kendaraan pribadi seperti mobil dan motor.

 

Harga Tiket Masuk De Walik

Harga tiket masuk D’Walik di Hari Senin hingga Jumat, pukul 10.00 sampai 15.00 adalah Rp 30.000. Pukul 15.00 hingga 22.00, Rp 40.000.

Sedangkan di Hari Sabtu dan Minggu, harga tiket masuk pukul 10.00 hingga 22.00 adalah Rp 50.000.

Fasilitas Di De Walik

Fasilitas umum yang ada di De Walik Jogja ini ada spot foto D’Walik dengan kurang lebih 30 wahana dengan konseo Illusion Room. Ada juga Mushola yang disediakan di sini, jadi untuk kamu yang beragama muslim tidak perlu khawatir dan was-was, jika ingin melaksanakan ibadah saat berkunjung ke tempat wisata yang satu ini.

Di sini juga di sediakan toilet yang berada tidak jauh dari spot utama tempat wisata, sehinggah kamu tidak susah mencarinya. Untuk kamu yang ingin membeli merchandise sebagai bukti bahwa kamu sudah mengunjungi museum ini, di sini juga tersedia merchandise store yang menjual berbagai macam merchandise, yang bisa kamu beli beli untuk oleh-oleh atau sekedar koleksi pribadi.

Kemudian di sini kamu juga bisa menemukan snack counter. Dimana kamu bisa membeli makanan kecil untuk camilan, setelah berkeliling menikmati De Walik. Kamu bisa beristirahat sambil makan cemilan. Kamu juga bisa makan di Kantin yang di sediakan pengelola. Sambil melepas lelah setelah berjalan mengeliling banyaknya spot yang ada di D’Walik, kamu bisa memesan makanan dan beristirahat sebentar. Sebelum kemudian kamu melanjutkan liburanmu.

Oh iya, saat kamu akan berfoto dibeberapa spot di sini, kamu bisa meminjam kostum dan properti yang akan semakin membuat hasil fotomu menarik. Jika kamu datang berkunjung dengan rombongan yang banyak, kamu tidak perlu khawatir. Karena tempat parkir yang di sediakan di sini luas. Kamu tidak akan sulit untuk mencari tempat parkir. Bahkan untuk kendaraan dengan ukuran besar.

 

Aktivitas di De Walik

Karena banyaknya spot ruangan yang ada di De Walik ini, kamu akan sangat puas untuk berburu foto dengan berlatarkan ruangan-ruangan yang akan membuatmu sedang berada di dunia terbalik.

Berikut beberapa spot yang menjadi favorit kebanyakan pengunjung, yang bisa kamu jadikan rujukan untuk berfoto saat mengunjungi museum De Walik ini.

Ruangan Bengkel

Di ruang ini ada sebuah motor, ban, dan peralatan bengkel lain layaknya bengkel motor biasa. Ada juga ruangan dengan setting suasana angkringan, lengkap dengan gerobak dan tikar lesehannya.

Horror Room

Ruangan ini di isi dengan interior tengkorak, darah dan sebagainya, khas dengan kesan horror dan menakutkan, yang bisa kamu jadikan tempat berfoto anti mainstream dan kekinian.

Ruangan Anti-Gravity

Yaitu ruangan Disko yang di atur sedemikian rupa, sehingga memberikan kesan berbeda bagi para pengunjung yang berfoto di ruangan ini.

Ruangan Barber

Merupakan ruangan yang mengusung tema ruangan 90°. Jadi, ruangan ini propertinya terbaliknya hanya 90°. Jika kamu berfoto di sini, harus pintar mengatur posisi nih.

Selain ruangan-ruangan yang memiliki konsep yang berbeda-beda. Di sini ada juga pengarah gaya dan fotografer yang selalu siap mengabadikan fotomu di setiap ruangan. Jadi kamu tidak perlu khawatir, hasil fotomu di sini tidak akan mengecewakan.

Jam Operasional

Museum De Walik Jogja memiliki waktu buka setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

Saat akan mengunjungi De Walik ini, pastikan baterai smartphone atau kameramu penuh ya. Karena banyak tempat spot foto yang menarik dan sayang jika tidak kamu abadikan di sini.

Oh iya, semisal kamu akan mengunjungi De Walik ini pada hari Senin hingga Jumat, kamu bisa datang sekitar jam 10.00-15.00 WIB. Karena untuk jam tersebut masih masuk Happy Hour, yang harga tiketnya lebih murah.

Waktu terbaik mengunjungi museum ini adalah pada saat museum baru dibuka atau pada saat hari biasa. Pada waktu – waktu tersebut pengunjung biasanya masih sepi sehingga lebih bebas bereksplorasi dan berfoto tanpa harus bergantian dengan pengunjung lainnya.

Terakhir, saat kamu sedang berpose di spot foto, kamu bisa berkonsultasi dengan pengarah gaya, untuk membuat hasil fotomu maksimal.