Danau Toba merupakan danau terluas dan terdalam Se-Asia Tenggara yang dikelilingi oleh 7 kabupaten yang ada di Sumatera Utara.

Danau yang terkenal karena cerita dongeng nusantara ini, menyuguhkan pemandangan sebuah danau yang luas dan eksotis. Dilengkapi dengan pemandangan dari pulau Samosir di tengah danaunya. Destinasi wisata yang memiliki beragam budaya ini telah banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.

Keindahan alam dan suasana yang tenang, udara yang sejuk serta budaya masyarakat yang beragam adalah beberapa alasan mengapa kamu harus mengunjungi danau Toba.

Untuk bisa mendapatkan pengalaman dan momen terbaik dalam menjelajahi wisata danau Toba ini, kamu perlu meluangkan waktu selama 3 hari 2 malam. Dan inilah penjelajahan yang bisa kamu dapatkan.

Mengunjungi Pulau Samosir dan Batu Gantung

Pulau Samosir merupakan ikon dari Danau Toba. Pulau yang dihuni oleh mayoritas etnis Batak ini adalah penghasil kebudayaan serta kesenian yang ada di Danau Toba.

Wisatawan dapat menyeberang menggunakan kapal biasa yang digunakan oleh masyarakat yang ada di pelabuhan Tiga Ras tau Ajibata. Namun biasanya masyarakat lebih banyak menggunakan kapal Tiga Ras, karena bisa sekalian mampir melihat Legenda Batu Gantung.

Singgah dan Menginap di Desa Tuk-Tuk

eco resort, di desa Tuk-tuk, danau toba

eco resort, di desa Tuk-tuk

Desa Tuk-Tuk adalah kawasan wisata yang tepat untuk kamu yang ingin menikmati keindahan danau Toba yang nyaman dan tenang.

Di sini kamu dapat menemukan banyak hotel dengan konsep eco resort. Dengan desain yang banyak berbentuk rumah adat. Hotel juga dilengkapi dengan fasilitas untuk menikmati keindahan danau Toba pagi dan sore hari.

Bersepeda ke Desa Tomok dan Ambarita

Setelah menikmati santap siang di hotel kamu wajib bersiap untuk mengunjungi desa Tomok dan Ambarita.

Tidak perlu khawatir dengan jarak tempuh, karena kamu bisa menikmati keindahan alam serta sejuknya perbukitan di tepi danau yang disuguhkan. Hanya dengan menggunakan sepeda yang banyak di sewakan di kawasan Tuk-Tuk.

Mengunjungi Museum, Makam Raja, dan Kampung Kanibal

Destinasi yang perlu kamu singgahi saat berkunjung ke desa Tomok adalah museum Batak. Jangan lupa juga untuk mencoba menggunakan pakaian adat Batak. Kemudian mengunjungi makam Raja Sidabutar dan yang paling tidak boleh tertinggal adalah menari bersama patung si Gale-Gale.

Sementara di desa Ambarita kamu akan mengunjungi Huta Siallagan sebuah kampong kanibal yang terdapat batu-batu sebagai bukti adanya praktik kanibalisme di kampong ini.

Menuju Desa Pangururan dan Mampir ke Museum Simanindo

Pertunjukan kesenian di Museum Simanindo

Pertunjukan kesenian di Museum Simanindo

Hari kedua kamu akan menuju desa Sianjur Mula-Mula dengan melewati desa Pangururan kemudian mampir ke perkampungan dengan rumah adat yang masih menyimpan sejarah yaitu Museum Huta Bolon Simanindo.

Rumah-rumah adat yang masih digunakan oleh masyarakat dan bukit gundul khas danau Toba akan memanjakan perjalananmu menuju desa Sianjur Mula-Mula.

Desa Sianjur Mula-Mula

Desa Sianjur Mula-Mula

Pemandangan dari bukit, Desa Sianjur Mula-Mula

Desa Sianjur Mula-Mula dikenal juga sebagai negeri sakral karena di sini terdapat sebuah bukit yang dianggap sakral bernama Pusuk Buhit, di mana dipercayai sebagai tempat turunnya manusia pertama di bumi ini.

Objek wisata sakral lainnya yang bisa kamu temui di sini yaitu Tujuh Rasa, Batu Hobon, dan monument keturunan Raja Batak, di temani dengan pemandangan yang menakjubkan kamu juga akan menemukan mangkuk-mangkuk putih yang berisi air, jeruk purut serta sirih sebagai media penghormatan kepada leluhur dan juga untuk berdoa.

Ziarah ke Puncak Pusuk Buhit atau Menginap di Rumah Hobon

Rumah Hobon medan

Ziarah di rumah Hobon

Aktivitas ziarah ke Puncak Pusuk Buhit menjadi kegiatan yang menunjukkan bagaimana kepercaan asli masyarakat Batak (Malim) menyatu dengan kehidupan masyarakat.

Dari puncak, kamu juga akan melihat pemandangan Danau Toba serta kerlap kerlip lampu dari Kota Pangururan yang mengesankan. Karena membutuhkan waktu sekitar 4 jam dengan jalur menanjak untuk sampai ke puncak, menginap di rumah adat Hobon di desa ini adalah pilihan yang juga tak kalah menarik.

Namun harus kamu pastikan dulu warga yang memiliki rumah Hobon tersebut bersedia untuk menampungmu ya.

Menikmati Keindahan Danau Toba dari Menara Pandang Tele

Menara Pandang Tele, danau toba

pemandangan di atas Menara Pandang Tele

Hari ketiga saat perjalanan pulang ke Medan, ada kawasan yang masih bisa kamu kunjungi yaitu kawasan Tele. Dengan jalur perjalanan yang berliku disertai tebing-tebing hijau yang curam dan barisan pohon cemara.

Di kawasan Tele ini ada menara Pandang yang merupakan salah satu spot favorit wisatawan yang ingin menikmati Danau Toba dari ketinggian.

Santap Ikan Nainiuran dan Sambal Tuk-Tuk di Tongging

Perjalanan pulang tanpa mampir makan adalah kesalahan terbesar untuk itu kamu harus mampir ke daerah Tongging. Di Tongging kamu bisa menikmati santapan dengan menu ikan khas daerah tersebut yang sangat terkenal.

Olahan ikan Nainiuran yang dimasak dengan bumbu khas dan disajikan dalam keadaan mentah. Serta sambal Tuk-Tuk yang merupakan sambal khas dan diolah menggunakan andaliman adalah salah satu menu wajib dicoba.

Melihat Air Terjun Si Piso-Piso

Liburan seru di danau toba

Megahnya air terjun Piso-piso

Singgahan terakhir yang dapat kamu temui dalam perjalanan pulang kali ini adalah Air Terjun Piso-Piso.

Air terjun ini merupakan kebanggan masyarakat Sumatera Utara, yang berhadapan dengan danau toba dan memiliki pemandangan sejuk yang dapat kamu nikmati.

***

Itulah destinasi wisata Danau Toba yang dapat kamu kunjungi dan nikmati selama 3 hari 2 malam. Liburan yang tidak akan terlupakan hanya dengan estimasi waktu singkat, kapan lagi kan?

Jangan lupa untuk mengkonsultasikan liburan Akhir Tahun kamu di Danau Toba bersama Tim Labiru Tour dan rasakan Liburan Seru bareng Labiru. Hubungi segera tim Tour Advisor kami dengan menghubungi WA / Telp di 0813-2689-4433.

Artikel Lain

Tinggalkan Komentar Anda