Bagai surga di atas awan, keindahan Kampung Wae Rebo yang berada di Flores, Nusa Tenggara ini sangat menarik untuk dikunjungi meski perlu perjuangan. Memang diperlukan perjuangan yang tidak mudah untuk bisa sampai di desa ini. Tapi tidak apalah, mengingat apa yang akan kamu dapatkan saat tiba di lokasi sebanding dengan perjalanan yang ditempuh.

Saat kamu sampai di lokasi, kamu akan disuguhi dengan keindahan pemandangan. Yang benar-benar sulit untuk digambarkan dengan kata-kata. Desa dengan rumah beratap rumba menjulang tinggi, yang berada di tengah bentangan perbukitan hijau akan menyapamu sesampainya di sana.

Nah, dibalik keindahan desa ini, ternyata Desa Wae Rebo ini menyimpan banyak fakta unik dan menarik. Yang bisa kamu temukan saat mengunjungi desa ini. Dan inilah 5 fakta unik dan menarik dari Desa Wae Rebo yang perlu kamu ketahui.

 

Salah Satu Desa Tertinggi Di Indonesia

Desa Wae Rebo masuk dalam daftar desa tertinggi di Indonesia. Berada pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat desa ini pun kerap dihiasi dengan kabut tipis setiap paginya. Kabut tipis ini akan turun perlahan-lahan dari perbukitan sekitar dan kemudian kabut akan turun menyelimuti seluruh desa.

Salah Satu Desa Tertinggi Di Indonesia

Dengan lokasi yang berada di ketinggian ini, membuat kamu yang ingin mencapai Desa Wae Rebo ini harus melakukan trekking. Trekking ini memakan waktu selama dua hingga tiga jam. Dan melalui medan yang cukup sulit. Jadi, disarankan untuk menyewa jasa guide sebagai penunjuk jalan. Juga usahakan untuk bermalam di Wae Rebo. Selain untuk menikmati keindahan dari desa ini lebih lama, kamu juga perlu untuk menyimpan tenaga untuk trekking kembali kesokan harinya.

 

Hanya Memiliki 7 Rumah Utama di Kampung Wae Rebo

Saat kamu berkunjung ke desa ini, kamu akan langsung melihat rumah adat Mbaru Niang alias rumah tradisional berbentuk kerucut yang khas di Desa Wae Rebo. Menariknya, di sini kamu hanya bisa menemukan tujuh buah saja rumah Mbaru Niang ini. Setiap rumah Mbaru Niang ini dihuni oleh enam hingga delapan keluarga. Rumah dengan bentuk lumbung seperti kerucut ini terdiri dari lima lantai dengan atap daun lontar yang ditutupi oleh ijuk.

Kampung Wae Rebo Hanya Memiliki 7 Rumah Utama

Kamu dan pengunjung lainnya yang datang, akan dijamu di dalam satu Mbaru Niang. Yang disediakan khusus untuk menyambut wisatawan yang datang melancong. Di Mbaru Niang ini, kamu akan diberikan suguhan Kopi Flores sebagai welcome drink atau minuman selamat datang. Untuk kamu yang ingin bermalam, kamu juga bisa menginap di Mbaru Niang ini,. Di sini sudah disediakan selimut dan bantal seadanya juga.

 

Memiliki Hari Special yang Di Selalu Di Peringati

Sama halnya dengan daerah yang masih kental dengan tradisi kebudayaannya, Kampung Wae Rebo juga memiliki hari special yang selalu diperingati di sini. Setiap bulan November, warga di Desa Wae Rebo merayakan Upacara Penti, yaitu perayaan untuk mengucapkan rasa syukur berkat hasil panen yang didapatkan dalam setahun, serta memohon keharmonisan dan perlindungan.

Saat perayaan dilakukan, para warga desa akan menggunakan pakaian adat lengkap dengan aksesorisnya. Untuk kamu yang mau mengunjungi desa ini, dan ingin menyaksikan Upaca Penti ini, jangan lupa samakan jadwal kunjunganmu dengan dilaksanakannya upacara ini ya. Selain kamu bisa melihat bagaimana kemeriahan Upacara Penti di sini, kamu juga akan merasakan pengalaman kunjungan yang lebih bermakna, karena kamu bisa melihat banyak atraksi dan nilai budaya saat upacara ini.

 

Penduduk Kampung Wae Rebo Keturunan Minang

Kampong Wae Rebo ini merupakan perkampungan yang berada di Manggarai Barat, NTT. Tapi walaupun begitu, ternyata warga desanya mengaku bahwa mereka bukan asli keturunan Manggarai. Uniknya warga desa Wae Rebo mengklaim bahwa mereka adalah keturunan Minang yang berasal dari Sumatera Barat.

Empo Waro, nenek moyang Wae Rebo berasal dari Minangkabau yang merantau hingga ke Flores dan kemudian berpindah-pindah tempat tinggal, hingga akhirnya menetap di kawasan yang sekarang menjadi Desa Wae Rebo ini. Uniknya lagi, meskipun mereka merupakan keturunan Minang, tapi nama-nama warga di sini tidak seperti nama orang Minang pada umumnya.

 

Bendera Dipasang di Atas Rumah Adat Saat Upacara Kemerdekaan

Meskipun merupakan kampong yang terpecil, tapi Wae Rebo masih adalah bagian dari Indonesia. ketika perayaan peringatan hari kemerdekaan, di sini juga diadakan upacara bendera untuk memperingatinya. Uniknya, jika biasanya saat upacara bendera digantung di tiang bendera, beda halnya dengan upacara peringatan hari kemerdekaan di desa ini. 

Kamu akan menemukan bendera merah putih di pasang di atas rumah adat yang berbentuk kerucut tersebut saat upacara bendera sedang berlangsung. Untuk memasang bendera tersebut, beberapa orang akan saling membantu untuk memastikan bendera berdiri dengan kokoh. 

.

Nah itu dia 5 keunikan yang bisa kamu temukan saat mengunjungi Kampung Wae Rebo ini, kampong yang sedang banyak dibicarakan di sosial media saat ini. Bagaimana? Ingin ke sana sekarang juga? hehehe

Artikel Lain

Tinggalkan Komentar Anda