Wisata Labuan Bajo Destinasi wisata super prioritas di Indonesia ini merupakan tujuan utama banyak wisatawan asing selain Bali. Terkenal akan keindahan wisata bahari, termasuk alam bawah lautnya. Kamu sebagai wisatawan lokal, wajib deh mengunjungi destinasi wisata yang tak kalah indahnya dengan banyak wisata bahari yang menakjubkan.

Saat ini sudah banyak travel agent yang akan mempermudah perjalananmu ke Labuan Bajo, mulai dari mempersiapkan perjalananmu hingga kembali ke kotamu. Sehingga, kamu bisa liburan dengan tetap nyaman dan menyenangkan tanpa perlu memikirkan hal-hal seperti rute, teknis, dan lain-lain. Misalnya, Paket Wisata Labuan Bajo 3D2N dan Paket Wisata Labuan Bajo Custom dari LABIRU.

Nah, beberapa rekomendasi tempat wisata berikut bisa menjadi referensi untuk masuk dalam wishlist kamu sebelum ke Labuan Bajo.

 

Rinca Island

Rinca Island (Credit: Detik.Travel)

Pulau Komodo & Pulau Rinca

Destinasi utama yang tentunya wajib untuk kamu kunjungi. Pulau Komodo menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Pada tahun 1980, UNESCO menetapkan Taman Nasional Komodo masuk dalam World Heritage Site dan Man & Biosphere Reserve. KSPN Labuan Bajo meliputi Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar.

Kamu bisa melihat habitat komodo yang berjumlah 2.500 ekor, 28 jenis burung, ribuan spesies ikan dan karang, lumba-lumba, paus, penyu hijau dan masih banyak lagi fauna yang dilindungi. Tiket masuk wisata mulai Rp 75.000,- bagi wisatawan lokal dan Rp 150.000,- bagi wisatawan asing. Sebelumnya, sempat ada perencanaan untuk menaikkan tarif hingga 3,75 juta yang akan berlaku mulai 1 Januari 2023.

 

Desa Adat Wae Rebo

Desa Adat Wae Rebo (Credit: Authentic Indonesia)

Desa Wae Rebo

Tidak lengkap rasanya kalau ke Labuan Bajo tapi kamu tidak berkunjung ke desa adat Suku Sasak ini. Berlokasi di Flores yang terletak pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Kamu perlu mendaki sejauh 7 km dengna waktu tempuh selama kurang lebih 3-4 jam untuk sampai ke desa ini.

Kamu akan menemukan panorama hutan dan perbukitan yang luar biasa indahnya. Terdapat 7 rumah adat dengan bentuk atap mengerucut. UNESCO juga menetapkan desa ini menjadi salah satu warisan budaya dunia pada tahun 2012. Untuk menuju ke desa ini kamu perlu menggunakan bus dilanjutkan ojek dengan waktu tempuh yang panjang.

Solusinya, kamu bisa memilih Paket Wisata Wae Rebo bersama LABIRU. Kamu tidak perlu bingung dan mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk transportasi ke desa tersebut.

 

Padar Island (Credit: Phinemo)

Pulau Padar 

Pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Kamu dapat melihat gugusan pulau-pulau dengan pantai berpasir putih yang mengapit lautan dari atas bukit dengan ketinggian sekitar 400 meter dari permukaan laut. Untuk menikmati panorama terbaik, kamu harus menaiki 817 anak tangga menuju puncak.

Pulau ini juga menjadi spot diving, snorkeling, dan speedboat. Untuk tiket masuk objek wisata ini  termasuk cukup terjangkau, hanya Rp 5000,- saja, belum termasuk tambahan fasilitas lain-lain. Meski perlu mengerahkan tenaga ekstra, kamu tidak akan rugi karena spot di puncak Pulau Padar merupakan salah satu spot foto paling populer di Labuan Bajo. 

 

Pink Beach (Credit: Travel.Kompas)

Pink Beach

Umumnya, pantai memiliki pasir putih, coklat, atau cenderung kehitaman. Seperti namanya, pantai ini memiliki pasir berwarna merah muda. Hal ini terjadi karena serpihan planktom foram atau koral yang berwarna sedikit oranye terbawa ke pesisir yang kemudian bercampur dengan pasir pantai. Alhasil, pasir pantai menjadi berwarna pink. 

 

Manta Point

Manta Point (Credit: The Jakarta Post)

Manta Point

Ingatkah kamu Mr. Ray, guru kelas Nemo dalam film Finding Nemo? Tokoh ikan pari kesayangan anak-anak ini dapat kamu temui di Labuan Bajo. Di bawah laut Manta, kamu bisa melihat Manta Ray atau Peri Manta khas Indonesia bagian Timur. Selain itu, kamu juga akan menemukan ubur-ibur dan berbagai biota laut yang eksotis. 

Manta Point adalah surganya bagi pecinta alam bawah laut. Tidak heran menjadi tujuan wisata utama bagi penggemar snorkeling dan diving. Restribusi tiket masuknya sebesar Rp 20.000,-. Apabila wisatawan ingin menyentuh Pari Manta, maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 200.000,- sudah termasuk equipment dan guide.

 

Taka Makassar

Taka Makassar (Credit: RimbaKita)

Taka Makassar

Pulau ini bukan berada di Sulawesi Selatan ya, meski ada embel-embel nama Makassar. Pulau kecil tak berpenghuni yang hanya muncul ketika air laut surut ini berada di NTT. Cocok menjadi start point bagi kamu yang ingin melakukan diving atau snorkeling. Tapi, harus bawa peratalan sendiri ya. Jangan harap kamu akan menemukan penyewaan alat di pulau tak berpenghuni ini.

 

Kelor Island (Credit: Phinemo)

Pulau Kelor

Pulau ini merupakan spot snorkeling favorit wisatawan atau sekedar bermain air dan menikmati pemandangan. Pasalnya, pemandangan di kawasan ini adalah satu satu dari yang terbaik di Labuan Bajo. Kamu akan melihat hamparan lautan berpasir putih berpadu dengan landscape perbukitan hijau dari kejauhan. Sungguh sangat cinematic!

 

Sawah Lingko (Credit: Okezone.Travel)

Sawah Lingko

Warga Manggarai sudah mengenal pertanian sejak nomaden hingga menetap. Hal ini membuat keberadaan lahan pertanian sangat penting bagi warga sekitar. Oleh karena itu, pembagian lahan pun diatur berdasarkan adat istiadat setempat.

Bermula dari titik tengah yang disebut lodok, lalu ditarik garis terluar yang disebut cicing. Bentuk lahan persawahan menyerupai sarang laba-laba. Keunikan ini membuat banyak orang akhirnya tertarik mengunjungi spot terbaik hanya untuk melihat keindahan persawahan ini dan berswafoto.

 

Goa Batu Cermin (Credit: Lensa Banyumas)

Goa Batu Cermin

Salah satu objek wisata unik yang sayang untuk dilewatkan. Goa ini ditemukan oleh seorang arkeolog bernama Theodore Verhoven pada tahun 1951. Goa ini sebelumnya merupakan goa bawah laut yang terangkat ke permukaan darat setelah jutaan tahun lamanya.

Kamu dapat melihat sinar matahari dari celah-celah goa. Sinar matahari yang masuk melalui celah gua tersebut akan dipantulkan oleh dinding-dinging goa sehingga membentuk refleksi yang mirip seperti sinar matahari yang memantul di cermin. Itu sebabnya, goa ini diberi nama batu cermin.

 

Pulau Kanawa (Credit: Ensiklopedia Indonesia)

Pulau Kanawa

Pada awalnya, pulau ini dikelola oleh pria berkewarganegaraan Italia sebelum akhirnya dikelola oleh warga setempat. Tidak heran jika kamu berkunjung ke tempat ini ada kesan dan suasana seperti pulau pribadi. Saat ini, pulau dapat dikunjungi oleh umum dengan membayar retribusi sebesar Rp 50.000,-/orang.

Hal wajib yang bisa kamu lakukan di pulau ini adalah dokumentasi. Harus diakui memang bahwa landscape-nya luar biasa indah dan eksotik, baik di atas permukaan laut maupun di taman bawah lautnya. Airnya sangat bening hingga bisa terlihat jelas berbagai biota laut dan terumbu-terumbu karang yang berwarna-warni.

Menariknya, kamu juga bisa staycation di bale-bale yang tersedia di sekitaran pantai. Sebuah gubuk yang terbuat dari kayu dan bambu dengan konsep semi terbuka dengan tirai.  Kamu juga bisa sambil trekking menuju bukit untuk menikmati suasana alam ataupun mengambil gambar dari sudut terbaik.

 

Goa Rangko (Credit: Tiket[dot]com)

Gua Rangko

Jika kamu tidak terlalu suka dengan keramaian dan mendambakan wisata alam yang tenang dan belum banyak terjamah wisatawan? Gua Rangko adalah pilihannya. Jangan membayangkan bentuk gua yang gelap dan menyeramkan, gua ini bahkan sangat indah bagai kolam surga yang tersembunyi di bumi ini. Uniknya, air goa merupakan air asin.

Untuk sampai ke goa rangko, kamu perlu melalui perjalanan yang cukup berat. Kamu juga perlu membayar retribusi sebesar Rp 20.000,- dan biaya penyeberangan perahu Rp 200.000,- hingga Rp 300.000,-. Agar liburanmu lebih efisien, kamu bisa menggunakan jasa travel agent untuk ke objek wisata tersebut. 

Artikel Lain

Tinggalkan Komentar Anda