Kawah Ijen

Destinasi Banyuwangi Tiket Masuk Rp15.000 Adventure Level

Ada satu tempat wisata yang sudah terkenal baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara di Banyuwangi, Jawa Timur.

Sebuah kawah besar berwarna hijau kebiruan disertai kabut asap belerang yang bisa membuat kita jatuh cinta. Itulah kawah Ijen.

Dan yang menjadi minat para wisatawan untuk berwisata ke Kawah Ijen yaitu fenomena langka yang hanya ada dua di dunia, yaitu fenomena api biru (blue fire).

Fenomena blue fire ini hanya terdapat di Kawah Ijen Banyuwangi dan di Islandia. Fenomena ini hanya bisa dilihat saat malam hari.

Dan tahukah kamu? Kini Taman Wisata Alam Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur ini sudah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Dunia oleh United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Hebat bukan wisata alam Indonesia? Oleh karena itu, untuk kamu yang mengaku traveler sejati harus berkunjung ke Kawah Ijen yang mempesona ini.

 

Sejarah Kawah Ijen Banyuwangi

Kawah ini terletak di tengah kaldera terluas di Pulau Jawa dengan diameter 6 km. sedangkan dimensi kawah berukuran 960x600 meter persegi ini berkedalaman 200 meter.

Danau kawah ini merupakan danau terbesar dengan tingkat keasaman tertinggi di dunia yang memiliki ph di bawah 0,5, sehingga dapat membuat tubuh manusia larut dalam waktu cepat.

Karena kawasan kawah seluar 2.468 hektar ini berada di atas puncak Gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2.443 mdpl, membuat suhu udara di sekeliling pun sangat dingin.

Suhu rata-rata di kawasan ini sekitar 10 derajat celcius bagian dalam kondisi ekstrim bisa mencapai 2 derajat celcius.

Tidak heran jika sejumlah tanaman yang bisa ditemui hanya tanaman dataran tinggi seperti cemara gunung, bunga edelweiss, dan pohon manisrejo.

Gunung Ijen adalah volcano atau gunung berapi yang terakhir meletus pada tahun 1999 dan hingga tahun 2019 masih menunjukkan tanda-tanda akan meletus sehingga status siaga kerap disampaikan oleh BMKG kepada masyarakat sekitar.

Gunung ini letaknya berdampingan dengan Gunung Raung dan Gunung Merapi. Secara administratif gunung ini masuk ke dalam wilayah 2 kabupaten, yaitu wilayah kabupaten Bondowoso dan kabupaten Banyuwangi.

Meski berada di bawah pengelolaan Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, dan menjadi primadona wisata dari kedua kabupaten tersebut.

Tapi, pengunjung lebih mengenalnya sebagai bagian dari kabupaten Banyuwangi, karena untuk mencapai lokasi wisata lebih dekat jika ditempuh dari Banyuwangi.

Selain itu, transportasi umum dari seluruh Pulau Jawa yang menuju ke Banyuwangi juga lebih banyak dan lebih lengkap dibanding yang menuju ke Bondowoso.

Lokasi Kawah Ijen Banyuwangi

Kawah ini terletak di puncak Gunung Ijen. Kawah Ijen memiliki ketinggian 2368 meter diatas permukaan laut. Kawah ini terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso.

Meski yang dituju adalah puncak gunung, tidak butuh peta maupun smartphone untuk membuka google maps, karena lokasi Kawah ini bisa diakses dengan sangat mudah, meski untuk sampai lokasi relatif berat.

Untuk wisatawan dari Bali, perjalanan menuju ke Kawah Ijen bisa dimulai setelah menyeberang menggunakan kapal ferry dan berlabuh di Pelabuhan Ketapang.

Di pelabuhan tersebut, wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi bisa langsung menuju ke kota Banyuwangi, berlanjut ke kecamatan Licin hingga melewati Desa Tamansari, tepatnya di Dusun Jambu sebelum akhirnya tiba di Paltuding.

Wisatawan yang berangkat dari Surabaya atau dari kota lain di seluruh Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, atau Yogyakarta.

Perjalanan bisa ditempuh dengan melalui 2 rute, yaitu melewati Bondowoso serta Banyuwangi. Keduanya memiliki plus dan minus.

Untuk yang lewat Bondowoso, jarak dari Surabaya ke Bondowoso lebih dekat, tapi jarak dari Bondowoso ke Paltuding lebih jauh sekitar 76 km.

Sedangkan untuk yang lewat Banyuwangi, jarak Surabaya ke Banyuwangi lebih jauh, tapi jarak Banyuwangi ke Paltuding lebih dekat yaitu sekitar 30 km.

Wisatawan yang memilih rute Bondowoso, dari Surabaya dapat menuju ke Pasuruan, Probolinggo, Situbondo hingga tiba di Bondowoso.

Sedangkan yang memilih rute Banyuwangi, dari Surabaya dapat menuju ke Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember hingga tiba di Banyuwangi.

Untuk wisatawan yang membawa mobil pribadi, kedua rute tersebut tidak ada bedanya, karena jika ditempuh dari Surabaya jaraknya hampir sama.

Tapi untuk wisatawan yang menggunakan angkutan umum, disarankan untuk memjliki rute Banyuwangi, karena transportasi menuju Paltuding lebih lengkap dan lebih banyak.

 

Harga Tiket Masuk Kawah Ijen Banyuwangi

Tiket Pendakian:

Wisatawan lokal

Harga

Weekdays

Rp5.000

Weekend

Rp7.500

Wisatawan mancanegara

Weekdays

Rp100.000

Weekend

Rp150.000

 

 

Fasilitas di Kawah Ijen Banyuwangi

Ada beberapa fasilitas yang ada di objek wisata kawah ijen ini, antara lain:

Ruang kesehatan (di kaki Gunung Ijen); Penginapan; Mushala; Tempat parkir; Camping Ground.

Untuk wisatawan yang tidak membawa perbekalan, di Paltuding juga terdapat warung-warung yang menjual makanan serta tempat penyewaan peralatan untuk mendaki, seperti masker dan senter.

Penjual makanan dan minuman juga bisa kamu temui di pos terakhir, hanya saja di Pos Bunder mereka hanya berjualan pada pagi dan siang hari saja.

Wisatawan juga tidak perlu bingung untuk mencari penginapan, karena di sekitar kawasan Ijen terdapat sejumlah penginapan, mulai dari homestay sampai dengan hotel bintang lima.

Beberapa di antaranya adalah Ijen Resort and Villas, Kawah Ijen Inn, Catimor Homestay, Arabica Homestay, Ijen Resto & Guest House, Jiwa Jawa Resort Ijen dan sejumlah penginapan yang lain.

 

Aktivitas di Kawah Ijen Banyuwangi

Melihat Fenomena Blue Fire

Fenomena blue fire hanya ada dua di dunia yang salah satunya ada di Banyuwangi. Para ahli geologi maupun peneliti banyak yang mengunjunginya.

Waktu yang tepat untuk melihat keindahan api biru adalah dini hari. Jika kamu mendaki pada waktu dini hari, maka kamu bukan hanya dapat blue fire tapi juga keindahan sunrise dari puncak Ijen.

Blue Fire atau Api Biru, merupakan satu-satunya Blue Fire di dunia yang bisa dinikmati setiap hari. Blue Fire yang keluar dari tengah-tengah tempat penambangan sulfur ini yang diburu para wisatawan terutama turis mancanegara.

Menikmati keindahan Kawah

Kamu para traveler yang ingin traveling ke sana akan menemukan pemandangan yang sangat menakjubkan dari danau kawah Ijen yang berwarna tosca.

Kawah Ijen tidak hanya menyuguhkan pemandangan yang indah, tapi wonderful. The big lake yang sebenarnya merupakan kawah ini terhampar dengan warna hijau kebiru-biruan yang terkadang berwarna biru kehijau-hijauan.

Di tepi Kawah Ijen, wisatawan akan dibuat terpukau oleh keindahan alam yang tampak di kejauhan berlatar belakang gunung-gunung yang tinggi menjulang.

Seperti Gunung Raung, Gunung Rented dan Gunung Merapi. Gunung Merapi yang dimaksud bukan yang ada di Sleman Yogyakarta, melainkan yang ada di Banyuwangi.

Jam Operasional Kawah Ijen Banyuwangi

Untuk kamu yang ingin mengunjungi Kawah Ijen dan juga memburu Blue Fire tidak perlu khawatir dengan waktu.

Karena Kawah ini buka 24 jam, jadi kamu bisa melakukan pendakian untuk mendapatkan pemandangan luar biasa ini kapan saja setiap waktu yang kamu inginkan.

 

Kesimpulan

Kawah Ijen merupakan destinasi wisata yang menjadi ikon Banyuwangi, bahkan destinasi ini sangat terkenal di luar negeri.

Keindahan dan keunikan yang disuguhkan di Kawah Ijen mampu menarik hati para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dengan mengunjungi kawasan wisata Kawah Ijen ini, kamu akan mendapatkan sebuah pengalaman wisata yang menantang, seru dan juga menarik di satu waktu yang bersamaan.

Menjadikannya sebuah pengalaman liburan yang begitu berkesan bahkan tidak bisa terlupakan, apalagi jika kamu berkunjung dengan orang tersayang.

Nah itu dia beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum berlibur ke kawasan wisata Kawah Ijen di Banyuwangi.

Jadi, kapan kesini lagi? Selamat berlibur.