Cave Tubing Goa Pindul

Destinasi Yogyakarta Tiket Masuk Rp30.000 Adventure Level

Goa pindul merupakan primadona wisata Cave Tubing yang ada di Yogyakarta, meskipun masih terbilang baru, namun objek wisata ini tidak pernah sepi pengunjung.

Banyak alasan yang membuat Goa Pindul ramai dikunjungi, dan yang menjadi alasan utamanya adalah suasana eksotis yang ada di dalam goa.

Saat kamu melakukan susur goa di sini, kamu bisa melihat dinding-dinding batu dengan bentuk yang menarik, belum lagi stalaktit dan stalagmit yang akan memanjakan mata, dan membuatmu terpesona.

Bahkan kamu bisa melihat langsung, salah satu stalaktit yang berada tepat di tengah goa, yang tercatat sebagai stalaktit terbesar ke-4 di dunia.

Aliran sungai di dalam goa sepanjang 350 meter ini juga sangat tenang, sehingga membuat susur goa di tempat ini relatif aman. Bahkan untuk kamu kaum wanita, anak-anak atau mereka yang tidak bisa berenang sekalipun.

Selama di perjalanan susur goa, kamu juga akan dilengkapi dengan pelampung, dan akan dipandu oleh guide atau operator profesional yang sudah sangat mengenal lokasi Goa Pindul ini.

Jadi, kamu tidak perlu khawatir dengan keamanan saat melakukan susur goa. Kamu hanya akan merasakan liburan menyenangkan, yang tidak akan terlupakan di Goa Pindul ini.

 

Sejarah Goa Pindul

Asal-usul nama Goa Pindul berdasarkan legenda yang dituturkan dari mulut ke mulut, berasal dari cerita perjalanan Ki Ageng Pemanahan dan Ki Juru Mertani, yang di perintah Panembahan Senopati Mataram, untuk menghabisi nyawa bayi yang sebenarnya adalah cucunya sendiri.

Legenda Goa Pindul

Tapi, kedua orang tersebut sepakat untuk tidak membunuh bayi tersebut dan membawanya pergi ke arah Gunung Kidul. Di saat menempuh perjalanan, bayi tersebut tidak henti-hentinya menangis. Sehingga keduanya menghentikan langkah dan bermaksud memandikan sang bayi.

Karena tidak ada satupun sumber mata air di dekat mereka. Ki Juru Mertani membawa bayi menuju ke atas bukit dan menginjak dengan keras tanah di puncak bukit. Berkat kesaktiannya, tanah yang diinjak dengan keras tersebut runtu. Dan membuat lubang besar yang mengangah dengan sumber mata air yang mengalir di bawahnya.

Ki Juru Mertani yang sudah tidak sabar, segera memandikan sang bayi menggunakan sumber air di dalam lubang. Karena terburu-buru, tanpa sengaja pipi sang bayi “kebendul” terbentur batu yang ada di dalam lubang. Berawal dari kata “kebendul” itulah goa ini dinamakan goa kebendul yang lama-lama berubah nama menjadi Goa Pindul.

Meskipun kisah tersebut telah banyak dikenal dan tersebar luas di kalangan masyarakat,. Tapi banyak yang mengatakan bahwa itu merupakan hasil imajinasi yang tidak data dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Karena jika dilihat dari dinding dan bebatuan yang ada di dalam goa, menunjukkan bahwa umur Goa Pindul sudah ribuan tahun. Jauh sebelum berdirinya Kerajaan Mataram.

Bermula dari KKN

Sebelum dijadikan sebagai destinasi wisata, Goa Pindul dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk berbagai aktivitas. Seperti mandi, mencuci, memancing, dan sebagainya. Alih fungsi goa ini berawal dari kegiatan KKN yang dilakukan mahasiswa UGM yang ingin meneliti bebatuan serta kedalaman air.

Pada saat menyusuri goa bagian dalam itulah salah seorang mahasiswa terpukau oleh keindahan Goa Pindul. Dan muncul gagasan di benaknya untuk menjadikan goa ini sebagai objek pariwisata. Akhirnya, warga pun sepakat untuk menjadikan Goa Pindul sebagai lokasi wisata dengan melengkapi berbagai sarana untuk memudahkan para wisatawan.

Tepat pada 10 Oktober 2010, Caving atau Cave Tubing Pindul resmi di buka dengan dihadiri masyarakat dan para pejabat daerah.

 

 

 

Lokasi Goa Pindul

 

Alamat atau Lokasi Goa Pindul berada di Dususn Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mengingat jaraknya yang jauh dari kota Jogja, meskipun lokasi wisata ini cukup mudah dijangkau dengan akses jalan yang bagus dan sudah berlapis aspal.

Ada baiknya kamu tetap menyiapkan google map untuk meminimalisir kemungkinan tersesat di perjalanan.

Rute perjalanan menuju ke lokasi Goa Pindul dari Kota Jogja bisa diawali dengan membawa kendaraan menuju jalan Jogja-Wonosari, dengan melewati Bukit Bintang dan terus mengikuti jalan hingga tiba di Kota Wonosari.

Sesampai di Wonosari, cari Bundaran Siyono yang merupakan bundaran simpang empat dengan ciri bangunan air mancur di tengahnya.

Dari bunderan tersebut, belokkan kendaraan ke arah kiri dan ikuti jalan sampai bertemu dengan lampu merah simpang empat. Dari situ kamu harus mengambil jalan yang lurus sampai bertemu perempatan besar.

Belokkan kendaraan ke arah kiri untuk menuju kawasan Desa Bejiharjo, dan ikuti jalan yang lurus sampai ketemu bangunan SMP baru berbelok ke kiri dan mengikuti jalan yang lurus untuk sampai di lokasi wisata Gunung Pindul.

Begitu memasuki kawasan Desa Bejiharjo, biasanya akan banyak pemuda-pemuda yang berdiri di pinggir jalan dan siap mengantar kamu menuju ke lokasi wisata Goa Pindul.

Kamu tidak perlu memberikan imbalan atas jasa yang mereka berikan, karena para pemuda tersebut memang dipekerjakan dan digaji oleh pihak pengelola Goa Pindul, untuk membantu para wisatawan.

 

Fasilitas di Goa Pindul

Fasilitas yang akan kamu dapatkan saat berkunjung ke sini dan melakukan susur gua adalah, pemandu yang siap selalu untuk menemanimu selama susur gua.

Perlengkapan susur goa seperti baju pelampung, sepatu karet, head lamp, dan lain-lain. Juga, asuransi yang akan menjamin jika hal-hal tidak diinginkan terjadi.

Petugas pemandu di sini akan mengantarkan dan menjemput peserta dari rest area ke lokasi goa, kamu hanya tinggal mengikutinya saja.

Aktivitas Wisata

Perjalanan menelusuri goa akan memakan waktu sekitar 45 menit. Diawali dengan berjalan kaki dari camp menuju ke aliran sungai, yang menjadi titik awal sebelum masuk ke pintu goa. Goa Pindul memiliki panjang kurang lebih 350 meter, lebar hingga 5 meter, kedalaman air 5-12 meter. Dan jarak antara atap goa dengan permukaan air sampai dengan 4 meter.

Goa ini terbagi menjadi 3 zona, yaitu zona terang, remang dan zona gelap abadi.

Zona Terang

Pertama kali yang akan kamu jelajahi adalah zona terang yang berada di dekat pintu masuk goa.

Karena cahaya matahari masih dapat menerangi setiap sudut goa, membuat keindahan dari dinding-dinding goa masih dapat tertangkap mata dengan jelas, seperti stalaktit yang menggantung di langit-langit goa, ornamen-ornamen alam yang indah serta kelelawar-kelelawar yang bergantungan.

Zona Remang

Pada zona kedua, pengunjung akan memasuki zona remang, dengan cahaya yang sangat minim sehingga pemandangan di dalam goa terlihat samar-samar jika tidak disorot menggunakan lampu.

Zona ini digunakan untuk ternak burung wallet, karena itu ada bagian di atas goa yang berhiaskan atap rumah. Selain itu, jumlah stalaktit dan stalakmit ang ada di sini lebih banyak dibanding zona sebelumnya, dengan bentuk yang juga lebih variatif.

Pada zona berikutnya, kamu akan dibawa ke lorong gelap pekat, tanpa ada seberkas cahaya sedikit pun yang menerobos dinding goa.

Zona Gelap Abadi

Di zona ketiga ini, biasanya guide akan mematikan lampu dan meminta seluruh peserta caving untuk tidak membuat penerangan sebelum dilanjutkan dengan mengheningkan cipta.

Mengheningkan cipta dilakukan untuk mensyukuri nikmat Tuhan. Terutama nikmat berupa mata sehingga dapat melihat keindahan dan keagungan semua makhluk ciptaan Tuhan.

Selesai mengheningkan cipta, barulah perjalanan kembali dilanjutkan menuju ke pintu keluar goa.

Sebelum melewati pintu keluar Goa Pindul, operator wisata biasanya akan mengajak peserta caving beristirahat sejenak untuk menikmati keindahan “Goa Njomplang”, yang merupakan mulut goa yang terdapat di langit-langit Goa Pindul.

Di sini kamu akan dibebaskan untuk bermain dengan menceburkan diri ke dalam air atau bernarsis ria dengan memanfaatkan goa sebagai latar belakang fotonya.

Setelah meninggalkan pintu keluar goa, kamu akan berada di sebuah aliran sungai. Di sini kamu bisa mandi dan berenang, atau terjun dari atas ketinggian tebing di bibir sungai juga dapat kamu lakukan.

Setelah puas, kamu bisa mengakhiri petualangan dengan naik ke atas mendaki bendungan dengan menggunakan seutas tali.

Harga Tiket Masuk Goa Pindul

 

Paket Caving Goa Pindul : RP 35.000,-

Paket Rafting/River Tubing Sungai Oya : RP 45.000,-

Paket Susur Goa Sriti  : RP 30.000,-

Paket Susur Goa Gelatik : RP 30.000,-

Paket Susur Goa Asri : RP 20.000,-

Paket Susur Goa Emas : RP 25.000,-

*Catatan

- Untuk Tike masuk Wisatawan Asing : Rp 50.000,-

- Biaya Retribusi Pengunjung : Rp 10.000,-

Note: Harga diatas dapat berubah sewaktu waktu

Biaya tersebut juga sudah termasuk transportasi, rompi pelampung, ban pinggang, training penyusuran goa, guide dan asuransi.

Jam Operasional

 

Jam buka wisata Goa Pindul ini pukul 06.30 WIB dan tutup pada pukul 17.00 WIB. Waktu yang paling ideal mengunjungi destinasi ini adalah di siang hari. Pastikan kamu datang tidak terlalu sore ya.

Kesimpulan

 

Meskipun perjalanan menelusuri Goa Pindul hanya memakan waktu kurang dari satu jam, tapi pengalaman seru selama dalam perjalanan, akan menjadi kenangan yang tidak akan kamu lupakan.

Karena destinasi ini tidak pernah sepi pengunjung, apalagi jika weekends dan libur panjang, sebaiknya kamu menghindari mengunjungi destinasi ini di hari-hari tersebut.

Jika tidak, saat kamu mengunjunginya, tidak jadi bisa menikmatinya, kamu malah akan melihat lautan manusia, yang berjejalan bergantian masuk ke dalam goa.