Kalibiru

Destinasi Yogyakarta Tiket Masuk Rp25,000 Adventure Level

Tour Jogja 3 Hari  - Bukan tanpa alasan jika Jogja mampu bersanding dengan Bali sebagai primadona pariwisata di Indonesia. Selain dianugerahi alam dengan panorama yang indah serta adat istiadat dan budaya lokal yang terjaga kelestariannya, Jogja juga selalu berbenah.

Berkunjung ke Yogyakarta menjadi tidak membosankan, karena tempat-tempat wisata yang ada selalu menyuguhkan sesuatu yang baru dalam bentuk penamabahan fasilitas dan sarana untuk lebih memanjakan wisatawan.

Saat ini sudah banyak objek wisata Yogyakarta dan sekitarnya yang sayang jika dilewatkan begitu saja. Salah satunya yaitu objek wisata alam Kalibiru.

Kalibiru sebenarnya adlah sebuah nama hutan yang saat ini diolah menjadi sebuah tempat wisata alam. Hutan Kalibiru memiliki ketinggian 450 meter diatas permuakaan laut, dan merupakan kawasan perbukitan yang subur.

Suhu udara di tempat ini sangat sejuk. Kalibiru dikelola oleh pemerintah dan masyarakat setempat sebagau wisata alam dan edukasi.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan di sana, termasuk outbond, penginapan, dan beberapa spot untuk mencari foto kekinian.

Dari atas puncak Kalibiru ini, kamu bisa menyaksikan pemadangan yang sungguh indah, antara lain deretan Perbukitan Menoreh yang subur dan hijau, dan apabila cuaca sedang cerah, maka kamu bisa menyaksikan deburan ombak pantai selatan dari kejauhan.

Sementara di sisi timur, kamu bisa melihat dataran yang menghampar luas tidak terbatas. Di puncak terdapat sebuah prasasti batu, menara padang, serta fly over.

Sejarah Kalibiru

Kalibiru adalah kawasan hutan lindung yang terletak di perbukitan dengan ketinggian 450 meter dari permukaan laut. Berada pada titik koordinat 7,8°LU dan 110,12°BT, area ini dikelola oleh masyarakat setempat. Mereka memanfaatkan sebagian area untuk kawasan wisata, dengan tujuan melestarikan hutan sekaligus meningkatkan taraf hidup lokal.

Sebelum tahun 1930, Kalibiru merupakan perkampungan yang telah dihuni penduduk secara turun-temurun selama ratusan tahun. Bahkan, Pangeran Diponegoro pernah menjadikan Kalibiru sebagai tempat persembunyian dalam perjuangannya melawan VOC. Namun, antara tahun 1930 dan 1945, Pemerintah Hindia Belanda mengambil alih Kalibiru dan menjadikannya kawasan hutan penghasil kayu. Penduduk dipaksa meninggalkan lahan mereka tanpa kompensasi.

Pada tahun 1945-1949, Pemerintah Indonesia mengambil alih penguasaan kawasan hutan dan menetapkannya sebagai Hutan Negara dengan luas 1.047 hektar. Selama periode 1949-1964, hutan Kalibiru terjaga dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dengan menghindari kekeringan, banjir, dan tanah longsor. Namun, kondisi politik yang kacau dari tahun 1964-2000 menyebabkan banyak masyarakat mencuri kayu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan penjaga hutan pun ikut terlibat dalam pembalakan liar.

Kerusakan parah terjadi antara 1997-2000, terutama saat krisis global, menyebabkan hutan Kalibiru mengalami penebangan liar yang masif. Dampak ekologisnya sangat buruk, dengan kekeringan, banjir, dan tanah longsor yang merugikan masyarakat. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah bersama LSM Yayasan Dinar meluncurkan program HKm (Hutan Kemasyarakatan) dari tahun 1999 hingga 2008. Mereka memberikan berbagai bantuan untuk mendukung perekonomian masyarakat dan melibatkan Komunitas Peduli Lingkungan Alam Lestar (Komunitas Lingkar) sebagai pendamping dalam program tersebut.

Melalui komunitas Lingkar itulah program pelestarian hutan terus dikembangkan, hingga akhirnya disepakati bersama untuk menjadikan kawasan hutan lindung di Kalibiru sebagai wanawisata.

Lokasi Kalibiru

Sebagaimana tertera pada gambar di peta serta google map, secara administrative tempat wisata alam Kalibiru ini berada di Jalan Waduk Sermo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jarak antara lokasi wisata ini dengan pusat kota Jogja sekitar 45 km yang dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor dengan lama perjalanan sekitar 1-1,5 jam.

 

Rute Ke Kalibiru

Adapun beberpa rute yang bisa kamu lalui untuk sampai di lokasi ini, diantaranya

Rute Sermo-Kalibiru, rute ini merupakan jalur favorit dan paling banyak dilalui para wisatawan, karena disepanjang perjalanan dapat menikmati keindahan Bendungan Sermo yang juga menjadi salah satu objek pariwisata di Jogja.

Jalur Sermo akan dapat lebih cepat ditempuh jika melewati Sentolo yaitu dengan melintasi Jembatan Bantar hingga tiba di Stasiun Sentolo. Disitu kamu akan menemui papan petunjuk kjalan yang menuju ke arah Pengasih.

Ikuti jalan tersebut hingga melewati Pengasih, alun-alun Wates, RSUD Wates dan Beji, baru kemudian ke Sermo sebelu akhirnya sampai di Kalibiru.

Rute Clereng-Kalibiru, dibandingkan dengan rute yang melewati Bendungan Sermo, rute ini relatif lebih cepa dan mudah ditempuh, karena medan yang harus dilewati memang tidak seberat rute Sermo.

Jika mengambil rute Clereng, bawa kendaraan kamu menuju ke pasar Clereng dan sekitar 300 meter dari pasar, kamu akan menjumpai jembatan yang letakna persis berada di sebuah tikungan.

Lewati jembatan tersebut dan sekitar 20 meter kemudian kamu akan menjumpai papan petunjuk arah yang menuju Kalibening.

Lewat Malioboro, kamu juga bisa menuju ke Kalibiru dengan melewati Malioboro. Caranya yaitu dengan mengambil halur yang menuju ke arah Purworejo.

Ikuti terus jalan tersebut hingga tiba di Terminal Wates. Setelah melewati terminal, kamu akan menjumpai papan petunjuk jalan yang menuju ke Sermo dan Kalibiru.

Harga Tiket Masuk Kalibiru

Untuk bisa menikmati keindahan dan berbagai aktivitas juga fasilitas di kawasan wisata Kalibiru ini, kamu hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 perorang, ditambah ongkos parkir sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat.

 

Fasilitas di Kalibiru

Dengan harga tiket yang cukup murah, pengunjung tidak hanya dapat menikmati keindahan alam sambil berfoto ria, tapi juga dapat memanfaatkan beberapa fasilitas yang disediakan pengelola.

Beberapa fasilitas ang ada di tempat wisata ini diantaranya adalah kamar mandi dan toilet, mushola, outbond area, camping ground dan area parkir yang luas.

Untuk mengisi perut dan menghilangkan dahaga, tersedia warung-warung yang menjual baerbagai jenis makanan dan minuman di depan pintu masuk serta di dalam kawasan wisata.

Harga makanan yang mereka jual juga tidak terlalu mahal, hanya sekitar Rp 10.000 perporsi.

Untuk pengunjung yang ingin menghabiskan malam di kawasan wisata agar bisa menikmati sunrise pada pagi hari, tersedia camping ground untuk mendirikan tenda, serta cottage dan pendopo yang disewakan.

Harga sewa cottage permalam sebesar Rp 120.000- Rp125.000, sedang harga sewa pendopo sebesar Rp 150.000.

Aktivitas di Kalibiru

Menikmati pemandangan alam yang masih alami dan terawat

Dari ketinggian di salah satu Spot di Kalibiru ini, kamu bisa menikmati indahnya pemandangan Bukit Manoreh dan Waduk Sermo, yang lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Kalibiru.

Mata kamu juga akan dimanjakan dengan pemandangan yang begitu hijau yang membuat mata dan pikiran terasa fresh.

Ditambah lagi dengan udara yang sejuk dan rindangnya pepohonan sekitar yang akan semakin membuatmu betah untuk berlama-lama di sini.

Berburu foto asik di salah satu spot foto Kalibiru

Spot Foto di ketinggian memang menjadi salah satu andalan di Kalibiru. Kalau kamu datang ke sini tapi belum sempat berfoto, pasti rasanya belum lengkap.

Spot fotonya juga sangat indah pun begitu unik dan menarik, dengan pemandangan waduk, perbukitan, dan pepohonan yang melatarbelakanginya.

Tapi, untuk berfoto di ketinggian ini kamu perlu merogoh kocek, tenang cukup 10 ribu sampai 15 ribu saja kok. 

Mencoba outbond dan trekking yang menantang

Selain menikmati alam dan berswafoto, kamu juga bisa melakukan kegiatan outbond di sini. Kegiatan yang bisa kamu lakukan seperti trekking jalur Kalibiru yang sudah disiapkam (panjang rute dari 2-5 KM), climbing, meniti jaring, baerjalan diatas tali tambang.

Setelah itu, ada juga jembatan yang bisa kamu lewati dari ketinggian, hal ini bisa cukup menantang dan memacu adrenalin kamu. 

Kemudian sebagai penutup, kamu bisa merasakan terbang di atas ketinggian hutan, dengan melakukan flying fox. Seru kan?

Menikmati indahnya sunset dari ketinggain Kalibiru

Di sini kamu juga bisa menikmati keindahan sunset dari ketinggian. Datanglah sekitar pukul 4 sore. Kemudian kamu bisa jalan-jalan menikmati alam di sana.

Setelah menjelang sunset, kamu bisa naik ke papan kayu yang sudah disediakan di ketinggian. Menikmati sunset dari sini dijamin kamu akan merasakan sensasi yang berbeda, terlebih pemandangannya juga sangat bagus untuk foto.

 

Jam Operasional Kalibiru

Destinasi wisata Kalibiru ini bisa mulai kamu kunjungi pada pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Kawasan destinasi wisata ini juga buka setiap hari dari hari Senin hingga Minggu.

Jika kamu bermaksud bermalam di sini pada musim liburan, usahakan untuk reservassi terlebih dahulu, mengingat banyakna pengunjung yang juga ingin menikmati malam di Kalibiru.

Sebab, jika tidak booking tempat terlebih dahulu, ada kemungkinan kamu tidak kebagian tempat menginap.

Untuk mendapatkan pemandnagan terbaik, sebaiknya mengunjungi tempat ini di pagi hari. Dengan datang di pagi hari, kamu akan terhindar dari antrian wisatawan yang hendak mengambil foto di spot-spot selfie yang tersebar di beberapa tempat.

Waktu terbaik mengunjungi objek wisata ini adalah sepanjang bulan Juli. Karena di bulan inilah cuaca di kawasan Kalibiru cerah dan memiliki curah hujan yang tinggi.

Jadi, kapan kesini?

Paket Wisata di Yogyakarta

Kami Memiliki Paket Wisata Lainnya yang Menarik di Yogyakarta