Tebing Breksi

Destinasi Yogyakarta Tiket Masuk Rp10.000 Adventure Level

Tebing Breksi merupakan salah satu destinasi baru yang sedang populer di Yogyakarta.
Berbeda dengan destinasi wisata lain yang ada di Yogyakarta, Tebing Breksi ini awalnya adalah
kompleks pertambangan batu putih yang dikelola oleh warga sekitar.

Dengan kata lain, Tebing Breksi ini tidak terbentuk secara alami, tapi terbentuk karena aktivitas
menambang yang dilakukan oleh warga sekitar. Saat ini Tebing Breksi telah dilengkapi berbagai sarana prasarana pendukung seperti dibangunnya Tlatar Seneng yaitu sebuah amphitheater atau panggung terbuka yang difungsikan untuk panggung pertunjukan seni atau saat ada acara khusus. Amphitheater ini dilengkapi dengan tempat duduk setengah melingkari panggung yang menambah keindahan pemandangan Tebing Breksi.

Tebing Breksi ini sangat di sukai banyak wisatawan, khususunya bagi wisatawan yang menyukai hobi fotografi, karena tidak dapat dipungkiri, destinasi wisata ini menawarkan pemandangan mengagumkan. Dengan tersajinya tebing batu kapur yang menjulang tinggi, ditambah lagi saat ini di beberapa sudut tebing tersebut telah diberi ukiran atau pahatan dengan gambar wayang yang menambah keindahan. Tidak heran jika bahkan beberapa orang memilih Tebing Breksi untuk dijadikan tempat melakukan foto pre-wedding.

Selain menikmati tebing batu kapur yang tinggi, di Tebing Breksi ini kamu bisa menaiki tangga alami yang merupakan pahatan dari batuan yang ada. Sesampainya di puncak, kamu akan dimanjakan dengan pemandangan indah berupa panorama atau landskap Kota Yogyakarta dari ketinggian. Dari atas sini, kamu bisa melihat Candi Prambanan dan indahnya landasan pacu Bandara Adi Sucipto dengan pesawat yang sedang take-off atau landing.

Jika cuaca cerah, kamu juga dapat melihat gagahnya Gunung Merapi dari puncak Tebing Breksi ini.

Sebelum menjadi destinasi wisata, bertahun-tahun bukit kapur di Pedukuhan Nglengkong, Groyokan Sambirejo Prambanan itu, menjadi sumber mata pencaharian warga. Mereka menambang dan memperoleh pendapatan dari sana.

Tapi kemudian para peneliti geologis datang ke Tebing Breksi untuk melakukan penelitian terhadap batuan yang berada di lokasi tersebut.

Setelah penelitian selesai ditemukan data bahwa batuan yang ada di lokasi tersebut merupakan endapan dari abu vulkanik gunung api Purba Nglanggeran.

Merujuk pada tulisan Prasetyadi, di lokasi ini terdapat singkapan batuan endapan debu gunung api purba, membentuk morfologi bukit.

Oleh penduduk lokal bukit ini ditambang menghasilkan kupasan tebing setinggi 30 m. Kehadiran batuapung ini membuktikan dengan sangat meyakinkan bahwa lapisan ini merupakan hasil letusan gunung api yang eksplosif.

Batuan semacam ini banyak dijumpai mulai dari perbukitan di daerah Parangtritis sampai di daerah Wonogiri dan dengan ketebalan antara 300-600 m.

Singkapan terbaik terdapat di Desa Semilir, di Kecamatan Pathuk, DIY, sehingga formasi batuan ini disebut Formasi Semilir. Formasi ini, secara stratigrafi (urutan perlapisan), berada di atas Lava Bantal Berbah.

Maka dari itu kawasan Tebing Breksi termasuk ke dalam cagar budaya alam yang harus dilindungi sehingga aktivitas pertambangan dihentikan.

Saat ini, Tebing Breksi atau yang lebih dikenal dengan Taman Tebing Breksi, benar-benar sudah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Prasasti ditandatangani langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X Mei 2015.

Larangan pemerintah, ternyata tak memutus kreativitas warga. Melihat tebing bekas penambangan, warga sekitar punya ide lain.

Ide muncul, tatkala melihat bekas-bekas galian meninggalkan gurat-gurat yang indah. Perpaduan warga putih berkilau semburat kuning dan coklat dalam bidang tebing yang begitu luas, memberikan panoramic yang menarik.

Semula, warga setempat hanya tahu bahwa tebing mengandung material breksi yang merupakan salah satu bahan bangunan.

Tapi kemudian warga mulai sadar akan potensi alam kawasan tersebut. Apalagi, jumlah pengunjung yang datang ke tempat tersebut cukup banyak. Dari waktu ke waktu, pengunjung terus bertambah jumlahnya.

Tebing Breksi ini berada di Dusun Groyokan, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Tebing Breksi ini juga berdekatan dengan Candi Ijo, yang merupakan candi tertinggi di Yogyakarta. Jadi, jika kamu berkunjung ke sini, kamu bisa sekalian berwisata sejarah di Candi Ijo, yang juga memiliki pemandangan sunset yang mengagumkan.

Untuk akses menuju ke Tebing Breksi ini, kamu bisa mengikuti arah menuju ke Candi Prambanan terlebih dahulu.
Kemudian setelah sampai di pertigaan pasar Prambanan, kamu bisa langsung belok kanan untuk mengambil arah yang menuju Piyungan. Dari pasar menuju ke Tebing Breksi ini hanya berjarak sekitar 3 km saja. Setelah itu kamu bisa mengikuti arah yang menuju ke Candi Ijo.

Setelah sampai pertigaan sebelum SDN Sambirejo, belok kiri, kemudian lanjut kan perjalanan sejauh 1 km dan kamu pun akan sama di lokasi Tebing Breksi. Untuk kamu yang menuju ke tempat ini menggunakan jalur akses ringroad utara, kamu akan melewati RS Hermina disebelah kiri jalan dan tiba di pertigaan ke Jalan Raya Solo.
Dari situ tinggal mengikuti rute yang mengarah ke Jalan Opak Raya, kemudian ke Opak VIII lanjut ke Jalan Raya Piyungan, dan terakhir Jalan Candi Ijo hingga sampai di tujuan.

Untuk kamu yang ingin berkunjung ke sini, tidak perlu khawatir untuk bernegosiasi htm untuk rombongan, karena di sini biaya masuk seikhlasnya, atau sukarela dari pengunjung. Selain itu, biaya parkir pun hanya Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

Fasilitas yang ada di tempat ini sudah mulai lengkap. Di sini kamu sudah bisa menemukan berbagai macam warung makan yang menyediakan banyak menu makanan, dari makanan cepat saji hingga masakan olahan, meskipun masih belum lengkap.
Di sini juga ada mushola yang cukup besar, sehingga bagi kamu yang beragama muslim tidak perlu khawatir dan susah mencari tempat ibadah.

Selain itu, disini juga tersedia toilet umum yang bisa kamu gunakan tidak jauh dari lokasi spot utama Tebing Breksi ini.
Di sini juga terdapat area parkir yang cukup luas untuk kendaraan dari roda dua hingga roda enam, seperti mini busa atau busa pariwisata.

Pastinya semua fasilitas yang ada di sini akan terus bertambah untuk meningkatkan kenyamanan untuk pengunjung.