Wisata Sejarah di Jakarta – Tak terasa, negeri kita tercinta akan berusia 74 tahun Agustus lalu. Kemerdekaan kita tentu tak lepas dari jasa para pahlawan yang, tak hanya beradu senjata, tetapi juga beradu otak dan pemikiran melawan penjajah Belanda. Ada berbagai cara untuk mengenang perjuangan mereka. Salah satunya dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan perebutan kemerdekaan Indonesia. 

Jakarta, sebagai pusat pemerintahan Indonesia, juga mempunyai banyak tempat bersejarah terkait kemerdekaan Indonesia, apalagi bisa dibilang, Jakarta adalah pusat pergerakan nasional pada masa dahulu. Lalu, mana saja sih destinasi wisata sejarah di Jakarta ? Yuk simak ulasan Labiru berikut ini. 

Museum Kebangkitan Nasional, Wisata Sejarah di Jakarta

Museum kebangkitan Nasional ini dulunya adalah gedung sekolah STOVIA, atau sekolah dokter bumiputera yang turut membidani lahirnya pergerakan nasional. Disinilah, generasi Hindia Belanda yang tersadar bahwa kemerdekaan tak bisa diraih bila tak bersatu. Di STOVIA pernah lahir organisasi Boedi Oetomo, Trikoro Dharmo, dan juga deretan tokoh pergerakan nasional lainnya bersekolah. 

Museum Kebangkitan Nasional, Wisata Sejarah di Jakarta

Museum Kebangkitan Nasional sangat mudah ditemukan, karena letaknya berdekatan dengan RSPAD Gatot Soebroto. Banyak sekali koleksi yang dimiliki museum ini, mulai dari galeri awal pergerakan nasional, hingga memorial Boedi Oetomo. 

Museum Sumpah Pemuda, Wisata Sejarah di Jakarta

Jauh sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia dirumuskan, para pemuda Indonesia bersatu menyatukan visi masa depan Indonesia yang lebih baik. Para pemuda pun hadir dalam gerakan 27-28 Oktober 1928 dan mengikrarkan Sumpah Pemuda. 

Museum Sumpah Pemuda, Wisata Sejarah di Jakarta

Kini semua sejarah tentang Sumpah Pemuda bisa kamu lihat di Museum Sumpah Pemuda yang terletak di Jalan Kramat Raya No. 106. Museum ini lengkap memajang segala hal yang berkaitan dengan Sumpah Pemuda, seperti ruang kongres, ruang kepanduan hingga ruang Indonesia Muda dan PPPI yang penuh informasi sejarah. 

Gedung Joang 45, Wisata Sejarah di Jakarta

Pada awalnya,gedung ini merupakan sebuah hotel pada masa pendudukan Belanda. Ketika Jepang menguasai Indonesia, bangunan hotel berubah fungsi menjadi kantor Jawatan Propaganda Indonesia. Disana para pemimpin Indonesia mendapat pendidikan politik dari Jepang. 

Gedung Joang 45, Wisata Sejarah di Jakarta

Koleksi Gedung Joang 45 juga tergolong lengkap. Berbagai koleksi peninggalan pejuang Indonesia tersedia disini. Mulai dari mobil resmi RI 1 dan RI 2, hingga koleksi foto selama gedung ini digunakan oleh Belanda dan Jepang. 

Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Wisata Sejarah di Jakarta   

Momen proklamasi sudah bisa kamu rasakan ketika berada di Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Disinilah Bung Karno, Bung Hatta, Soediro, B.M Diah, dan Sayuti Melik merancang naskah proklamasi kemerdekaan. 

Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Wisata Sejarah di Jakarta

Dulunya rumah ini merupakan rumah Laksamana Tadashi Maeda, seorang perwira angkatan laut Jepang. Museum ini memiliki empat ruangan penting, yang di setiap ruangannya kamu bisa merasakan momen-momen menentukan tersebut. 

Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Lokasi Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan

Setelah naskah proklamasi selesai dibuat dan ditandatangani, Bung Karno bergegas untuk menuju rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 pada tanggal 17 Agustus 1945. 

Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Lokasi Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan

Diiringi lagu Indonesia Raya dari para hadirin, bendera Merah Putih yang dijahit Ibu Fatmawati dikibarkan untuk menandai kemerdekaan Republik Indonesia. Nuansa Proklamasi masih kamu bisa rasakan dengan adanya Tugu Proklamasi. 

Monumen Nasional (Monas), Landmark Terkenal dari Indonesia

Monumen Nasional, atau lebih dikenal sebagai Monas adalah saksi sejarah pasca proklamasi. Menjulang tinggi hingga 443 kaki, monumen ini diinisiasi oleh presiden  Soekarno untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia di masa revolusi. 

Monumen Nasional (Monas), Landmark Terkenal dari Indonesia

Di puncaknya terdapat 35 kilogram emas dengan cawan seberat 45 ton. Emas ini adalah hibah dari seorang saudagar kaya asal Aceh. 

Di dalamnya kamu bisa menemukan banyak sekali koleksi bersejarah. Mulai dari ruang kemerdekaan, hingga pelataran di puncak dan bisa melihat Jakarta dari atas. 

.

Jangan Sekali-Sekali Melupakan Sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Ingin liburan sambil napak tilas perjuangan para pendahulu bangsa sambil liburan ? Labiru aja.

Artikel Lain

Tinggalkan Komentar Anda