Candi Borobudur

Destinasi Yogyakarta Tiket Masuk Rp50,000 Adventure Level

Tour Jogja 3 Hari 2 Malam - Siapa yang tidak kenal dengan Candi Borobudur, tempat wisata yang satu ini memang sangat terkenal, bukan hanya bagi wisatawan lokal, namun juga mancanegara.

Candi Borobudur merupakan salah satu candi budha terbesar di dunia dan ada di Indonesia, di Yogyakarta atau Magelang tepatnya.

Megahnya arsitektur candi Borobudur, luas area, dan juga sejarahnya membuat candi ini masuk menjadi salah satu warisan budaya dunia. Dan sudah ditetapkan langsung oleh UNESCO.

Tidak hanya bangunannya saja yang megah, relief relief yang tergurat di candinya pun menyiratkan beragam makna terpendam yang membuat penasaran semua orang yang melihatnya.

Belum lagi adanya mitos tentang danau purba. Tidak heran jika situs bersejarah ini sangat terkenal di dunia dan sempat masuk dalam 7 Keajaiban Dunia.

Sejarah Pembangunan Candi Borobudur

Nama Candi ini sendiri berasal dari kata bara dan budur. Dalam istilahnya, bara memiliki arti kompleks biara dan kata budur yang mempunyai arti atas. Yang kemudian, jika digabungkan menjadi kata barabudur dibaca Borobudur yang berarti kompleks biara di atas.

Sesuai dengan namanya juga, Candi ini terletak tepat di atas sebuah bukit sebagai komplek biara yang sungguh megahnya.

Tidak ada yang tahu siapa pasti yang membangun Candi ini. Tidak ada bukti tertulis maupun bukti-bukti lainnya yang menjelaskan sejarah pasti tentang Candi Buddha terbesar ini. Setelah penemuannya, para peneliti hanya memperkirakan bahwa Candi ini dibangun antara tahun 750-800 an Masehi.

Perkiraan waktu pembangunan ini pun didasarkan pada perbandingan antara jenis aksara yang tertulis di kaki tertutup Karmawibhangga Candi Borobudur dengan jenis aksara umumnya yang digunakan pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9 Masehi.

Dasar ini kemudian memperkirakan bahwa Candi ini dibangun pada masa kerajaan dinasti Syailendra di Jawa Tengah yang bertepatan antara kurun waktu 760 sampai dengan 830 Masehi. Memilih lokasi di atas perbukitan tinggi, kompleks biara Candi Borobudur melalui proses pembangunan dengan memakan waktu dari 75 sampai dengan 100 tahun lebih lamanya. Candi Borobudur pun diperkirakan baru benar-benar rampung 100 persen pada masa pemerintahan Raja Samaratungga pada tahun 825.

Catatan sejarah tidak mampu memberikan bukti dan perkiraan siapa pasti yang pendiri awal Candi ini. Catatan sejarah hanya menyebutkan bahwa Candi Borobudur dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra.

Detail Bangunan Candi Borobudur

Candi Borobudur memiliki enam teras berbentuk bujur sangkar, dengan pelataran melingkar di atasnya. Dinding candi ini dihiasi dengan sekitar 2.672 panel relief dan terdapat 504 arca Buddha. Stupa utama yang terbesar terletak di tengah candi dan menjadi mahkota di puncak bangunan.

Stupa puncak ini dikelilingi oleh tiga barisan stupa berlubang, masing-masing menampilkan arca Buddha yang duduk bersila di tengah bunga teratai dengan mudra dharmachakra (memutar roda dharma). Candi ini memakan waktu lebih dari 100 tahun untuk dibangun dan sempat hilang karena terlantar selama berabad-abad.

Setelah tertutup lapisan tanah dan debu vulkanik akibat letusan gunung berapi, Candi Borobudur terkubur dan ditumbuhi pohon serta semak belukar. Masyarakat sekitar tidak menyadari bahwa bukit di sekitar mereka adalah bekas Candi raksasa, karena tampaknya menyerupai bukit biasa.

Tidak ada kepastian mengenai alasan mengapa Borobudur ditinggalkan dan tidak dirawat. Salah satu teori menyebutkan bahwa candi ini ditinggalkan setelah Raja Mpu Sindok memindahkan ibu kota kerajaan Medang ke Jawa Timur pada tahun 928–1006 Masehi, mungkin karena bencana vulkanik. Namun, tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung teori ini.

Penemuan Candi

Pada tahun 1814 Masehi, pemerintahan Inggris di Jawa yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles menemukan kembali Candi Borobudur. Raffles, yang memiliki ketertarikan pada sejarah dan kebudayaan Jawa, dianggap sangat berjasa atas penemuan ini. Temuan Candi ini mulai menarik perhatian dunia karena monumen yang sebelumnya hilang ini.

Kemudian pada tahun 1882 Masehi, muncul rekomendasi untuk membongkar bangunan Candi guna menyelamatkan relief dan artefak yang tersisa. Hal ini disebabkan maraknya pencurian dan kondisi yang tidak stabil pada saat itu.

Pada tahun 1900 Masehi, pemerintah Hindia Belanda mengambil tindakan untuk menjaga kelestarian Borobudur dengan memulai proses pemugaran. Proses pemugaran ini berlangsung dari tahun 1907 hingga 1911 Masehi.

Pada akhir tahun 1960-an, pemerintah Indonesia mengajak kerjasama internasional untuk pemugaran lebih lanjut. Bersama UNESCO, Candi Borobudur direnovasi dari tahun 1975 hingga 1982. Pada tahun 1991, UNESCO menetapkan Candi Borobudur sebagai Situs Warisan Dunia (world heritage).

Lokasi

Candi Borobudur adalah bangunan bersejarah peninggalan Buddha yang ada di daerah Magelang, Jawa Tengah. Candi ini terletak di Jalan Badrawati, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan letak astronomis, Candi Borobudur terletak lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.

Untuk menuju ke Candi Borobudur dari Yogyakarta, anda harus menuju ke terminal bis Jombor. Dari sana bisa naik langsung bis jurusan Borobudur. Jika dari bandara Adisucipto, bisa langsung menggunakan bis DAMRI langsung tanpa harus ke terminal Jombor terlebih dulu.

Menggunakan kendaraan pribadi dari Yogyakarta, gunakan rute jalan Yogyakarta – Terminal Jombor – Magelang – pertigaan Palbapang – belok kiri ke arah Borobudur. Jika naik kendaraan pribadi dari Semarang kamu bisa mengambil rute dari Semarang – Ungaran lalu setelah melewati Terminal Bawen. Setelah itu, kamu ambil jalur ke kanan, ke Ambarawa, lalu lanjut ke Pringsurat (Temanggung) – Secang – Magelang. Dari Magelang, ambil jalur ke Mertoyudan dan sesampainya di pertigaan Blondo (persimpangan Mertoyudan – Blabak), belok kanan sampai ketemu rumah dinas Bupati Magelang. Dari situ, belok kanan sampai pertigaan Kolam Renang Karet, maka sampailah kamu ke bangunan bersejarah ini.

Harga Tiket

Perorangan

TWC (Taman Wisata Candi) Borobudur; usia diatas 10 tahun Rp40.000 | Usia 3-10 tahun Rp 20.000

Paket TWC Borobudur, Pawon, dan Mendut; usia diatas 10 tahun Rp60.000 | Usia 3-10 tahun Rp30.000

Harga sudah termasuk asuransi.

Tiket Rombongan

TWC (Taman Wisata Candi) Borobudur Rp20.000

Paket TWC Borobudur, Pawon, dan Mendut Rp30.000

Harga tersebut sudah termasuk asuransi. (Harga berlaku untuk rombongan pelajar dan mahasiswa dengan surat pengantar dari sekolah/universitas).

Tiket Paket Terusan

Candi Borobudur – Candi Ratu Boko. Diatas 10 tahun Rp75.000 | 3-10 tahun Rp35.000

Candi Borobudur – Prambanan. Diatas 10 tahun Rp 75.000 | 3-10 tahun Rp35.000

Candi Borobudur – Sendratari Ramayana (kelas II). Diatas 10 tahun Rp150.000 | 3-10 tahun Rp135.000

Fasilitas

Candi Borobudur menawarkan berbagai fasilitas untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan wisatawan yang mengunjungi. Beberapa fasilitas yang tersedia di candi ini antara lain area parkir, toilet umum, dan tempat penjualan makanan dan minuman. Selain itu, terdapat juga fasilitas untuk penyewaan andong, sepeda, dan guide.

Aktivitas

Candi Borobudur menawarkan berbagai aktivitas yang menarik bagi para pengunjung. Wisatawan dapat menikmati keindahan alam sekitar candi, menjelajahi kompleks candi, dan menikmati keindahan sunrise di lokasi ini. Selain itu, terdapat berbagai aktivitas lain yang dapat dilakukan di sekitar candi, seperti naik andong, bersepeda, dan piknik keluarga. Bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi lebih dalam, terdapat juga paket terusan Candi Borobudur dan Ratu Boko.

Jam Operasional

Halaman atau pelataran Candi Borobudur dibuka setiap hari mulai pukul 07:00 hingga 17:00. Waktu terbaik untuk mengunjungi Candi Borobudur adalah pagi-pagi sekali, saat udara masih segar. Loket tiket buka mulai pukul 06:30 hingga 16:30. Selain itu, pengunjung juga memiliki opsi untuk membeli tiket secara online.

Paket Wisata di Yogyakarta

Kami Memiliki Paket Wisata Lainnya yang Menarik di Yogyakarta