Candi Prambanan

Destinasi Yogyakarta Tiket Masuk Rp40.000 Adventure Level

Candi dan Yogyakarta, dua kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Banyaknya candi yang ada di Yogyakarta adalah bukti bahwa Yogyakarta kaya akan sejarah dan budayanya. Candi Prambanan merupakan salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Karenanya, Candi ini  menjadi pusat perhatian para wisatawan, baik dari dalam negeri, maupun mancanegara.

Keindahan dari candi ini bisa dilihat dari arsitektur bangunannya yang berbentuk ramping, dan menjulang tinggi, dengan candi utama bernama Candi Siwa, yang memiliki ketinggian 47 meter. Candi Hindu terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara ini, memiliki pesona yang seakan tidak akan pernah pudar, justru malah semakin ramai diminati oleh wisatawan yang berkunjung di Yogyakarta.

Berada di sebelah timur Yogyakarta, sebenarnya, tempat wisata Candi  ini berada di antara 2 wilayah, yaitu Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Candi ini menjadi sebuah simbol kisah cinta yang melegenda, dari sejarah terciptanya. Cerita legenda tersebut, merupakan kisah cinta seorang pangeran yang bernama Bandung Bondowoso, yang memiliki ketertarikan dengan seorang putri bernama Roro Jonggrang, tapi sayangnya sang putri tidak memiliki rasa pada Bandung Bondowoso dan menjadi cinta bertepuk sebelah tangga.

Tapi, dibalik dari cerita sejarah yang melegenda, Candi ini menyimpan keindahan dan kemegahan yang luar biasa, tidak kalah dengan candi lain yang lebih besar. Bahkan dengan keindahan dan kebesarannya, serta pentingnya arti Candi ini dalam perkembangan peradaban manusia, PBB melalui UNESCO menetapkannya sebagai situs warisan budaya.

Selain keindahannya yang menjadi daya tarik candi ini terdapat suat pertunjukan yang tidak kalah populer yaitu pertunjukan Ramayana Ballet atau Sendratari Ramayana. Pertunjukan ini mengambil alur cerita dari relief yang ada di Candi Prambanan, yang menceritakan kisah Ramayana.

Sejarah Candi Prambanan

 

Saat ini Candi Prambanan juga dikenal dengan nama Candi Roro Jonggrang, padahal nama sebenarnya dari candi ini adalah Candi Siwagrha.

Hal tersebut diketahui dari Prasasti Siwagrha yang berangka tahun 856 Masehi. Siwagrha dalam bahasa Sansekerta memiliki arti “Rumah Siwa”, karena Prambanan memang dibangun untuk memuja Trimurti atau tiga dewa dalam agama Hindu, yaitu  Brahma, Wisnu, dan Siwa. Sesembahan utama di candi ini adalah Dewa Siwa yang merupakan Dewa Pemusnah.

Mitos Candi Prambanan

Nama Candi Roro Jonggrang melekat pada candi ini. Disebabkan karena adanya cerita berbau mitos yang dituturkan dari mulut ke mulut oleh masyarakat sekitar. Dalam kisah yang tersebar, menceritakan seorang pangeran yang bernama Bandung Bondowoso yang jatuh cinta kepada seorang putri yang bernama Roro Jonggrang. Sayangnya, sang putri Roro Jonggrang tidak mencintai, dan tidak ingin dinikahi Bandung Bondowoso. Kemudian terjadilah cinta bertepuk sebelah tangan.

Karena tidak ingin diperistri Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang pun akhirnya mengajukan syarat yang harus dipenuhi jika ingin tetap menikahinya. Yaitu Bandung Bondowoso harus membuat 1.000 candi dan harus selesai dalam waktu satu malam. Dengan sangat yakin Bandung Bondowoso pun berani untuk menerima tantangan yang diajukan Roro Jonggrang,. Dengan kesaktiannya dan dibantu oleh bala bantuan dari bangsa jin, akhirnya Bandung Bondowoso hampir menyelesaikan syarat yang diajukan Roro Jonggrang.

Melihat hal tersebut, Roro Jonggrang panik dan mencari cara agar Bandung Bondowoso gagal menyelesaikan 1.000 candi. Roro Jonggrang meminta bantuan warga desa, untuk menumbuk lesung dan membangunkan ayam jago agar berkokok. Agar menandakan bahwa keadaan sudah pagi. Benar saja usaha Bandung Bondowoso membuat 1000 candi gagal, meski sudah mencapai 999 candi tinggal 1 candi lagi. Bandung Bondowoso pun kaget dan mencari tahu ada apa sebenarnya. Tidak lama kemudian Bandung Bondowoso mengetahui dirinya dicurangi oleh Roro Jonggang.

Mengetahui hal tersebut ia pun sakit hati dan murka sehingga Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca untuk candi yang ke-1.000.

Cerita di Balik Dongeng Roro Jonggrang

Tapi kisah itu hanya seperti pelipur lara yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena sisik yang pertama kali menggagas berdirinya Candi Prambanan adalah Rakai Pikatan, dengan tujuan untuk menyaingi Candi Borobudur dan Candi Sewu yang letaknya tidak terlalu jauh.

Dalam prasasti siwagrha disebutkan bahwa, untuk membangun Candi ini  dilakukan perubahan tata air terlebih dahulu. Waktu untuk membangun Cnadi Prambanan juga bukan semalaman, tapi butuh ratusan tahun, karena setelah masa kepemimpinan Rakai Pikatan diganti, kompleks Candi Prambanan terus menerus disempurnakan, dan diperluas dengan membangun candi-candi tambahan.

Pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram, Candi ini dijadikan sebagai tempat untuk menggelar upacara-upacara peting kerajaan. Tapi, saat ibukota kerajaan dipindahkan ke Jawa Timur karena letusan dahsyat Gunung Merapi. Candi ini pun tidak terawat dan ditelantarkan. Kondisi tersebut semakin parah dengan terjadinya gempa bumi yang hebat sekitar abad XVI. Akibatnya banyak bangunan candi yang rusak, roboh dan tertimbun tanah serta abu vulkanik.

Lokasi Candi Prambanan

 

Candi Prambanan menjadi bagian dari 2 provinsi, karena kompleks candi ini membentang di 2 kabupaten. Tepatnya berada di Desa Prambanan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Untuk menuju ke lokasi Candi ini tidak sulit, karena jarak dari kita Jogja hanya sekitar 17 km dan lokasi candi berada sekitar 100 meter dari Jalan Raya yang menghubungkan Jogja dengan Solo.

Cara yang bisa kamu tempuh untuk menuju ke candi ini, jika menggunakan angkutan umum dari Jogja, bisa menggunakan bus Tran Jogja dengan jalur 1A dan 2A, kemudian turun di halte Prambanan. Setelah itu tinggal naik becak atau berjalan kaki untuk dapat sampai ke kompleks candi. Sedangkan jika dari Solo atau Klaten, bisa menggunakan bus yang menuju kota Yogyakarta dan mita kepada kondektur untuk diturunkan di Terminal Prambanan.

Untuk kamu yang menggunakan sarana transportasi udara, setelah turun di Bandara Adi Sucipto, bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan taksi menuju ke arah Timur meninggalkan pusat Kota Jogja dan hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai di tempat tujuan. Untuk yang memakai kendaraan pribadi, baik yang datang dari arah Barat, Utara, maupun Selatan Jogja, tinggal mengambil jalan ringroad menuju ke Timur Jogja, dan setelah bertemu dengan Jalan Solo tinggal berjalan lurus menuju ke arah Timur sampai ke kompleks Candi Prambanan.

 

Harga Tiket Masuk

 

Harga tiket masuk ke Candi Prambanan, untuk wisatawan domestik sebesar Rp 40.000,00 sedangkan untuk wisatawan mancanegara sebesar US $25.

Fasilitas Candi Prambanan

 

Selama menikmati pesona Candi Prambanan dan melakukan berbagai aktivitas di kompleks candi, kamu tidak perlu cemas dengan fasilitas, karena pihak pengelola sudah menyediakan berbagai macam fasilitas untuk memudahkan para wisatawan. Seperti area parkir yang luas dan dapat menampung puluhan bus dan kendaraan roda empat serta ribuan kendaraan roda dua, masjid dengan bangunan yang megah dan mudah diakses, warung-warung dan restoran yang menyediakan berbagai macam menu, kamar madi dan WC, semuanya ada.

Untuk kamu yang ingin menginap di sekitar kompleks candi, di sini juga tersedia akomodasi dengan berbagai harga dan fasilitas yang dapat disesuaikan dengan budget yang tersedia. Beberapa penginapan yang berlokasi tidak jauh dari kompleks Candi Prambanan di antaranya adalah Puri Devata Resort, Candi View Hotel, Hotel Edotel Kalasam, Hotel Prambanan Indah, Galuh Hotel, Rumah Desa Homestay, dan Jlatren Homestay.

 

Aktivitas Candi Prambanan

 

Berkunjung ke Museum Prambanan

Museum Prambanan bertempat di kompleks candi, tepatnya di sisi Utara taman purbakala Candi Prambanan, tidak jauh dari Candi Lumbung. Bentuk museum ini mengusung gaya arsitektur tradisional Jawa berbentuk rumah Joglo.

Koleksi utama museum ini adalah bebatuan candi dan berbagai bentuk arca ari hasil penggalian yang dilakukan di sekitar lokasi Prambanan,. Seperti arca Siwa, Wisnu, Durga, Mahisasiramardini, resi Agastya, Lembu Nandi, serta batu Lingga Siwa yang dikenal sebagai lambing kesuburan.

Untuk masuk ke museum ini kamu tidak perlu membeli tiket lagi, karena sudah termasuk dengan tiket masuk komplek candi.

Hunting Foto

Saat melewati pintu gerbang masuk lokasi candi, kamu akan langsung disuguhi dengan panorama yang memanjakan mata. Pepohonan yang rindang dan taman yang tertata cantik akan menyambutmu. Ditempat ini kamu sudah bisa memilih beberapa spot untuk kamu jadikan latar belakang foto menawan.

Sedangkan di dalam bangunan candinya sendiri, hampir setiap sudutnya bisa kamu jadikan sebagai latar belakang foto unik, menarik dan penuh estetik.

Berkeliling Kompleks Candi dengan Sepeda

Luas kompleks Candi Prambanan secara keseluruhan sekitar 39,8 hektar, sehingga untuk menjelajahi setiap sudutnya dengan berjalan kaki, bisa membuat kakimu sakit. Tapi jangan khawatir, karena di sini tersedia tempat persewaan sepeda dengan harga sewa yang relatif murah.

Dengan bersepeda, kamu bisa mengelilingi seluruh komleks candi dan mengunjungi candi-candi terdekat,. Juga menikmati panorama alam yang menyejukkan mata.

Berkunjung ke Candi-candi Terdekat

Seperti yang telah kamu ketahui, Candi Prambanan di keliling oleh candi-candi lain yang masih berada cukup dekat, bahakan masih satu wilayah, di Dataran kewu atau Dataran Prambanan. Candi-candi ini wajib kamu kunjungi karena keseluruhan candi ini memiliki benang merah, dengan sejarah yang masih saling berkaitan antar satu candi dengan candi lain.

Beberapa lokasi candi yang lokasinya di Dataran Kewu. Di antaranya adalah Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu di sisi sebelah utara Prambanan. Candi Plaosan di Timur Prambanan. Sedangkan di sisi Barat Prambanan ada Candi Sari dan Candi Kalasan. Sementara di sisi sebelah Timur Prambanan ada SItus Ratu Baka, Candi Sojiwan, Candi Barong, Candi Banyunibo, dan Candi Ijo.

Menyaksikan Pertunjukan Sendratari Ramayana

Salah satu hal yang bisa kamu lakukan di Prambanan yang cukup populer adalah pagelaran sendratari Ramayana yang sudah digelar secara rutin sejak tahun 1960. Pertunjukan ini hanya digelar seminggu 3 kali pada setiap hari Selasa, Kamis dan Jum’at jam 19.30-21.30 WIB.

Untuk bisa menyaksikan sendratari ini, kamu harus membayar tiker tersendiri diluar dari tiket masuk kompleks candi. Tapi, meski demikian, kamu dijamin tidak akan kecewa. Karena sendratari yang disuguhkan di sini, akan berbeda dari sendratari yang pernah kamu saksikan sebelumnya.

Berlatar belakang Candi Trimurti (3 candi utama Prambanan) dan didukung pencahayaan yang menawan, membuat pertunjukan dengan cerita romantis dan patriotis dari Sendratari Ramayan terkesan lebih hidup dan lebih eksotis.

Berburu oleh-oleh

Kurang lengkap rasanya jika bepergian tidak membeli oleh-oleh bukan?

Tenang, karena di sini kamu bisa dengan mudah menemukan tempat belanja oleh-oleh. Dengan harga yang relatif murah.

Di sepanjang jalan keluar dari kompleks candi, kamu akan banyak menemui sejumlah pedagang yang menjual berbagai jenis souvenir. Seperti kalung, gelang, gantungan kunci, tas, hiasan dinding, baju, dan lain-lain dengan identitas Candi Prambanan.

 

Jam Operasional Candi Prambanan

 

Candi Prambanan buka pukul 06.00 hingga 17.00 WIB. Untuk Sendratari Ramayana di Candi Prambanan bisa kamu saksikan dari jam 19.30 hingga 21.30 WIB

 

Kesimpulan

 

Candi Prambanan sangat megah dan menawan ini memiliki keindahan yang paling rupawan disaat sore hari menjalang malam. Karena kamu bisa melihat senja dengan hiasan candi sebagai keunikan tersendiri.

Selain itu, kamu juga tidak akan terlalu kepanasan saat sedang menikmati keindahan candi pada saat sore hari. Jadi, kapan kamu akan ke berkunjung ke sini?