Desa Wisata di Bali – Pulau Dewata memang pantas menjadi destinasi paling populer di Indonesia. Selain keindahan wisata alam dan baharinya, budaya dan tradisi unik di Bali juga menjadi daya tarik utamanya. Pasalnya, hingga kini budaya adat istiadat Bali dari zaman dahulu masih erat dipegang masyarakatnya. 

Aura spiritual di Bali pun akan sangat terasa karena hingga saat ini masih kental dengan berbagai ritual-ritual adat dalam kehidupan sehari-hari sekalipun saat ini Bali sudah banyak dibanjiri oleh pendatang dan wisatawan asing.

Ingin merasakan pengalaman berbeda saat berwisata? Tidak hanya berkeliling kota, bersantai di pantai, menikmati alam dewata, atau mengeksplorasi hiburan modern. Lihatlah sisi lain dari tempat yang kamu singgahi. Berikut Labiru rekomendasikan beberapa desa wisata di Bali yang akan memberikanmu pengalaman berwisata yang unik.

 

Credit: Indonesia Travel

Desa Tenganan Pegringsingan

Lokasi desa wisata di Bali yang pertama terletak di Karangasem, Bali. Desa ini memiliki banyak daya tarik. Salah satu yang paling terkenal adalah kerajinan tenun gringsing, kain tenun khas Bali yang hanya akan kamu temukan di tempat ini. Tenun gringsing adalah produk ekonomi kreatif Bali yang sudah mendunia. Keunikan tenun ini ialah teknik ikat ganda yang hanya ada di Indonesia.

Bukan hanya itu saja, penenun desa ini juga menjaga kualitas tinggi tenunan secara turun temurun. Kalau kamu tertarik dengan sisi lain dari Pulau Bali yang masih terjaga dari zaman sebelum Kerajaan hingga masa kini, maka kamu harus mengujungi desa ini. Pasalnya, baik dari rumah, balai pertemuan, pura, segala bentuk tradisi dan budaya hingga gaya hidup masyarakatnya masih mempertahankan adat istiadat lama dengan erat.

Oleh karena itu, desa ini mendapat julukan ‘Desa Bali Aga’ atau ‘Desa Bali Mula’. Kalau kamu ingin merasakan pengalaman hidup bermasyarakat Bali sejak zaman dahulu, kamu bisa berkunjung ke desa ini. Warga desa masih mempertahankan tata letak bangunan, pekarangan, pura dan keseharian warga sesuai dengan suasana desa sejak berabad-abad lamanya.

Kamu bahkan bisa ikut berbaur dengan aktivitas warga seperti pergi ke sawah, bertenun, pergi ke sungai dan masih banyak lagi. Datanglah pada bulan Juni atau Juli. Kalau beruntung, kamu tidak akan melewatkan tradisi tahunan Makare-kare atau tarian kesenian Perang Pandan.

 

Credit: Good News From Indonesia

Desa Carangsari

Tahukah kamu kalau desa ini terkenal sebagai tempat lahir dari salah satu pahlawan besar tanah air, I Gusti Ngurah Rai? Yup, desa ini memiliki julukan Carangsari the Historical Village karena memang lekat dengan banyak hal bersejarah di tanah air tercinta kita ini. Terletak di Kecamatan Petan, Kecamatan Badung, Bali. Desa ini memiliki nuansa sejarah yang lekat dengan zaman kolonial Belanda.

Bagi kamu pecinta sejarah sekaligus aktivitas wisata yang memacu adrenalin, kamu bisa mencoba merasakan sensari arung jeram di sungai Ayung yang juga merupakan sungai terpanjang di Bali. Bagaimana, apakah cukup menggelitik jiwa-jiwa petualangmu? Kalau belum, kamu juga bisa sekalian menikmati sensari bermain ayunan dengan ketinggian ekstrim di LeKaja Bali Swing. 

Ayunan ini memiliki ketinggian 10 meter, 12 meter, dan 15 meter di atas permukaan tanah. Tentu tak ketinggalan spot foto menarik lain yang ada di sekitarnya. Setelahnya, kamu bisa jalan-jalan di perkembunan coklat sembari berburu kuliner dan oleh-oleh khas desa ini. Masih belum puas? Jelajah hutan konservasi bersama gajah.

 

Credit: STIKI Indonesia

Desa Wisata Penglipuran

Penasaran bagaimana suasana desa terbersih di dunia? Salah satunya ada di Bali. Desa ini sangat populer di kalangan wisatawan lokal hingga wisatawan asing karena namanya sudah mendunia. Desa wisata ini menyabet beberapa penghargaan bergensi seperti Kalpataru, ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) pada tahun 2017 dan juga masuk dalam Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation.

Ketika kamu memasuki desa ini, kamu seperti memasuki sebuah taman dewa-dewi. Pasalnya, tidak seperti desa pada umumnya. Deretan tanaman dan hamparan rerumputan hijau tertata rapi dengan arsitektur dan tata ruang desa yang khas dengan desain kuil-kuil kuno. Tata ruang desa mengusung konsep Tri Mandala, yaitu Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala. 

Konsep ini membagi wilayah menjadi tiga bagian dari utara ke selatan. Wilayah utara memiliki fungsi mulia seperti tempat peribadatan dan tempat para dewa. Wilayah tengah merupakan area pemukiman penduduk. Sedangkan, wilayah selatan merupakan areal pemakaman. Banyak ritual adat yang masih berjalan hingga kini, yang terbesar di antaranya adalah Ngubasa untuk menyambut Hari Raya Nyepi.

Menjelang akhir tahun, jika kamu beruntung, kamu akan menemukan banyak festival desa seperti parade pakaian adat Bali, parade seni budaya, dan berbagai pertunjukkan budaya.

 

Credit: Agenda Indonesia

Desa Wisata Mas

Desa ini terkenal sebagai kampung pemahat legendari di Bali yang sudah mendunia. Tidak heran jika kamu akan menemukan banyak maha karya seni di tempat ini. Bagi kamu penikmat seni, berkunjunglah ke Siadja Gallery. Kamu akan menemukan banyak karya bersejarah dengan nilai seni yang tinggi. Galeri ini sudah berdiri sejak tahun 1995. Banyak juga toko-toko karya seni yang bisa kamu beli disepanjang area ini.

Tempat kedua yang harus kunjungi adalah Njana Tilem Museum. Museum ini memiliki gaya arsitektur khas Majapahit Kuno dengan koleksi berbagai maha karya dengan kesulitan tingkat tinggi. Percayalah, museum ini serasa membawamu menembus ruang waktu ke masa lalu. Tidak cukup ya hanya menikmati seninya saja? Kamu bisa loh mengikuti workshop di Black Hand Gang Printmaking Studio untuk memperlajari seni cetak grafis.

Kamu bisa membuat karya senimu sendiri. Tempat ini juga sering berkolaborasi dengan seniman yang hasil cetakannya bertanda tangan dan limited edition loh. Wah, betapa beruntungnya kalau kamu mendapat kesempatan mendapatkan karya seni tersebut. Tak kalah menarik adalah landscape alamnya. Tak jauh dari sini ada Bukit Campuhan dan terasering Tegalalang, dua dari beberapa tempat paling populer di Bali.

 

Credit: JADESTA

Desa Pemuteran

Berbeda dengan keempat desa wisata di Bali sebelumnya yang menonjol dari suasana alam dan budaya desanya. Desa wisata kali ini, uniknya lebih menonjolkan wisata baharinya. Ada 30 spot diving memiliki koleksi 80% jenis terumbu karang di dunia yang hidup di perairan.

Salah satu yang terkenal aura misteriusnya adalah Spot Underwater Temple Garden. Keindahan misterius yang akan membuatmu terperangkap dalam takjub akan magestic-nya keindahan kehidupan bawah laut dengan banyak koleksi arca yang berdiri kokok di dasar laut seakan menunggu kedatanganmu.

Selain itu, kamu juga bisa mengujungi penangkaran penyu dan bersantai di Pantai Pemuteran atau menikmati panorama perbukitan hijau di Bukit Kursi Pemuteran. Kalau kamu senang aktivitas selam seperti diving dan snorkeling, berkunjunglah ke desa ini untuk merasakan sensari kehidupan bawah laut yang berbeda.

Baca Juga:
6 Beach Club Bali Instagramble dan Paling Estetik, Tempat Chill Terbaik
Atlas Beach Fest, Beach Club Terbesar di Dunia Ini Ada di Bali

 

Artikel Lain

Tinggalkan Komentar Anda