Solo Traveling – Liburan bersama tentu menyenangkan. Baik itu bersama pasangan, teman, keluarga, atau rekan kerja pasti seru kalau ramean. Bisa saling membantu dan jika terjadi sesuatu di perjalanan, tidak akan kebingungan sendirian seperti anak hilang. Lalu, apa sih serunya solo traveling?

Terkadang, kita ingin merencanakan perjalanan tetapi orang yang kita harapkan akan menemani seringkali terkendala waktu, pekerjaan, bahkan keuangan. Ending-nya mah bisa ditebak. Ujung-ujungnya kita gagal deh liburan, padahal mood, waktu dan keuangan mendukung.

Sebenarnya, liburan sendiri juga nggak kalah asik, loh. Terutama bagi kamu yang tujuan utama liburannya adalah self-healing dan sedang membutuhkan waktu untuk sendiri untuk melepas penat, beban pikiran, dan menemukan kembali semangat hidup yang baru.

Bahkan, bisa dibilang lebih efisien di mana kamu bebas menentukan tujuanmu secara bebas tanpa perlu banyak pertimbangan dan harus menemukan kesepakatan dengan teman perjalananmu. Secara budget mungkin akan lebih mahal jika tidak bisa kamu akali, misalnya saja seperti transportasi dan akomodasi yang sebenarnya bisa sharing cost. Tapi, tenang, selalu ada jalan jika ada kemauan.

 

Solo Traveling

Credit: Pexels/Taryn-Elliott

Persiapan Solo Traveling

Riset Destinasi Wisata

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum melakukan perjalanan, tentu adalah menentukan destinasi wisata mana saja yang akan kamu kunjungi. Kamu juga wajib mengetahui lebih detail mengenai kota atau destinasi tersebut.

Jika tujuanmu adalah wisata lokal, kamu bisa mencari referensi melalui mesin pencarian Google di situs resmi yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yaitu Indonesia Travel. Kamu bisa menemukan informasi mengenai seluruh kota di Indonesia beserta destinasi wisata unggulan di masing-masing kota.

Kamu juga bisa mengunjungi situs Labiru Tour. Situs ini banyak membahas mengenai berbagai wisata unggulan dan memberikan kamu informasi serta tips dan trik dalam merencanakan perjalanan. Selain itu, kamu juga bisa mengintip bagian penawaran paket wisata untuk melihat destinasi mana saja yang biasanya diminati wisatawan untuk dikunjungi sesuai rutenya.

Setelah kamu menentukan kota dan menulis daftar destinasi yang ingin kamu kunjungi, sekarang kerucutkan ke dalam daftar destinasi prioritas. Carilah informasi mendalam mengenai setiap destinasi tersebut. Mulai dari letak lokasi, akses menuju lokasi, harga, fasilitas, kondisi alam (untuk wisata alam), dan waktu bukanya.

Kamu juga perlu melihat review para pengunjung yang pernah ke destinasi tersebut, bisa melalui Google Maps, blog, media sosial, maupun Youtube. Dengan begitu, kamu jadi lebih memahami mengenai destinasi tujuanmu layak atau tidak untuk diprioritaskan.

 

Credit: Pexels/VladaKarpovich

Membuat Rencana Perjalanan

Setelah kamu tamat dengan informasi detail mengenai destinasi yang menjadi tujuanmu. Saatnya membuat rencana perjalanan dan menentukan budget perjalananmu. Tentukan hari dan waktu keberangkatanmu menyesuaikan jadwal trasportasi yang tersedia ke kota tujuanmu. Misalnya, bisa menyesuaikan jadwal keberangkatan kereta yang tersedia.

Buatlah jadwal perjalanan dengan mengutamakan destinasi prioritasmu yang sejalur. Jika tidak sejalur, buatlah seefisien mungkin dimulai dari yang terjauh. Kamu bisa menambahkan destinasi bukan prioritas, jika waktu yang kamu jadwalkan pada hari itu masih tersisa dan pastikan tidak overbudget.

Carilah hotel yang berlokasi paling strategis dengan sebagian besar destinasi tujuanmu. Tips untuk kamu yang solo backpacker-an; Carilah promo hotel murah di lokasi tersebut atau kamu juga bisa mencari penginapan murah yang menyediakan jenis kamar dormitori atau asrama.

Selain menghemat budget, kamu juga bisa menemukan teman baru, loh. Saat ini banyak penginapan murah yang bersih dan estetik di sekitar kawasan wisata. Jika kamu ingin mengunjungi destinasi yang memiliki resiko tinggi untuk ditempuh sendiri, sebaiknya gunakanlah jasa open trip hanya pada hari itu saja.

Misalnya, ketika kamu ingin ke Bromo menggunakan jeep, sementara kamu sendiri. Akses ke Bromo cukup sulit untuk kamu yang awam dengan kawasan Bromo, tidak mengenal jalur, dan menyewa jeep sendiri pun cukup mahal.

Maka, pilihan terbaiknya adalah mengikuti open trip Bromo atau mencari teman untuk share-cost di forum-forum wisata atau backpacker. Untuk itu, kamu juga perlu mencari informasi mengenai rekomendasi tempat penyewaan transportasi dan akomodasi yang murah dan worth it.

 

Credit: Pexels/VladaKarpovich

Tips dan Trik Packing Efisien

Agar perjalananmu praktis alias tidak ribet, penting bagimu untuk mengemas barang bawaanmu dengan tepat. Pertama-tama, siapkan koper atau tas yang cocok, lalu kelompokkan jenis barang bawaanmu. Jangan melipat pakaianmu seperti biasa karena akan memakan banyak ruang.

Kamu bisa mengakalinya dengan menggulung pakaianmu untuk dimasukkan ke dalam koper atau tas. Namun, trik menggunakan plastik vacum dapat menghemat ruang lebih banyak sehingga bawaanmu menjadi lebih praktis dan membantu pakaian tetap rapi setelah disetrika meskipun terlipat.

Sebaiknya pilihlah barang yang memang kamu butuhkan. Bawalah pakaian dan barang pribadi secukupnya. Jangan lupa membawa P3K dan obat-obatan pribadi, powerbank, earbud/ear phone, tripod dan camera shutter portable/bluetooth, jaket, waterproof bag for gadget dan foldable bag yang sangat penting untuk berjaga-jaga.

Jika perjalananmu panjang, kamu boleh kok membawa neck pillow set agar perjalananmu lebih nyaman dan membawa tas jinjing atau ransel tambahan dengan sekat yang dapat kamu selipkan digagang koper. Jika diperlukan kamu dapat menggunakan pengait koper agar bawaanmu lebih aman.

 

Solo Traveling

Credit: Pexels/VeerasakPiyawatanaku

Saat Solo Traveling

Begitu tiba di kota tujuan, jangan menunjukkan bahwa kamu melakukan perjalanan seorang diri (terutama wanita) yang tidak memiliki keluarga atau kenalan di kota tersebut, apalagi di kota yang kamu sendiri masih sangat asing. Jika ingin bertanya, bertanyalah kepada staff atau security yang bertugas.

Ketika berkunjung ke lokasi wisata, bawalah barang seperlunya saja seperti barang wajib pribadi, obat-obatan dan alat dokumentasi. Jangan sampai karena banyaknya barang bawaan, perjalananmu malah jadi ribet dan kamu repot sendirian.

Lebih baik selalu menggunakan pelayanan resmi dari wisata yang kamu tuju. Jangan sampai tergoda dengan penawaran calo-calo di kawasan wisata jika kamu termasuk awam dengan wisata tersebut, sehingga kamu akan terhindar dari calo nakal yang menawarkan harga tidak wajar.

Tips hemat bagi para solo backpacker; Jika tujuanmu dalam negeri dan kamu tidak membawa kendaraan sendiri, daripada menggunakan transportasi umum, lebih baik sewa motor saja sesuai durasi waktu yang kamu butuhkan. Jadi, kamu bisa bebas kemana saja dan waktumu menjadi lebih efisien. Saat ini, teknologi canggih Google Earth dan Google Maps sudah sangat update dan sangat membantu kok.

Kalau di lokasi tersebut kebetulan susah menemukan jaringan, kamu bisa bertanya dengan warga sekitar atau mengikuti rombongan lain yang bisa menjadi petunjuk arahmu sekalian menambah kawan baru.

 

Solo Traveling

Credit: Pexels/MinAn

Tips dan Trik Dokumentasi

Saat kamu bepergian sendiri, tidak ada kawan yang bisa membantu untuk mengabadikan potretmu. Kecuali kalau kamu tidak sungkan untuk selalu meminta bantuan orang lain atau mungkin menggunakan jasa fotografi. Tapi, tidak mungkin di semua destinasi kamu akan melakukan hal ini karena akan sangat menguras budget, terutama bagi kamu yang solo backpacker-an.

Bawalah tongsis wireless, tripod, bluetooth shutter, dan baterai cadangan jika kamu membawa kamera. Saat ini, kamu bisa mendapatkan tripod dengan harga murah mulai 30 ribu-an saja secara offline maupun di marketplace online. Sementara, bluetooth shutter bisa kamu dapatkan seharga goceng atau 5 ribuan saja. Masih lebih mahalan bakso kan.

Jika kamu membawa alat dokumentasi sejenis drone, maka pastikan kamu menggunakan safe bag khusus drone, memisahkan drone dan baterai saat perjalanan menggunakan pesawat, dan memastikan kapasitas baterai di bawah 30% ketika di pesawat dan baterai full ketika memulai eskplorasi ke tempat wisata.

Jika diperlukan, bawalah hardisk untuk menyimpan back-up dokumentasimu. Kamu bingung berpose dan menentukan spot atau angle terbaik di lokasi? Cobalah memanfaatkan aplikasi Instagram dan Pinterest untuk menjadi teman perjalananmu.

Kedua platform tersebut akan sangat membantu kamu untuk menemukan referensi dan inspirasi spot atau angle terbaik sesuai destinasi yang kamu kunjungi melalui foto-foto pengunjung yang sudah pernah datang ke destinasi tersebut. Siapa tahu, kamu akan mendapatkan hasil foto yang lebih kece.

Baca Juga:
Tips Berlibur ke Pantai
Tips Memilih Travel Agent Terpercaya

Sekarang, kamu bisa mulai mempersiapkan rencana solo travelingmu mengikuti tips dan trik di atas agar meminimalisir kendala yang mungkin kamu alami ketika sampai di destinasi tujuanmu, terutama bagi pemula yang baru pertama kali melakukan solo traveling.

Artikel Lain

Tinggalkan Komentar Anda