Bukan hanya keindahan alamnya saja, pulau Dewata Bali juga terkenal dengan tradisi adat yang masih sangat kental. Sehingga tak jarang kita bisa melihat upacara adat bali yang berbeda-beda setiap beberapa bulan. Berikut upacara adat bali yang harus  kamu ketahui dan wajib kamu catat.

1. Upacara Melasti

Upacara Adat Bali pertama yang harus kalian lihat yaitu upacara melasti. Tujuan utama  upacara melasti adalah sebagai penyucian dari diri hingga lingkungan sekitar, upacara melasti di lakukan 3 hari sebelum perayaan hari nyepi. Jika  ingin melihat upacara melasti, sebaiknya kalian sudah tiba di Bali 2-4 hari sebelum hari raya nyepi di selenggarakan.

Bukan hanya sebagai penyucian saja, ada beberapa tujuan lain dari upacara melasti. Upacara melasti memiliki tujuan sebagai penyucian diri yang artinya, pemujaan terhadap Tuhan agar setiap  diri dapat kembali suci bersih kembali. Tujuan lain dari upacara melasti yaitu sebagai permohonan agar masyarakat Bali  dijauhkan dari segala macam penyakit  fisik maupun sosial.

Upacara Melasti

Upacara adat Bali -Upacara Melasti ( Cr : Google )

Rangkaian Acara Upacara Melasti

  • Menyiapkan Peralatan dan Sesaji

Peralatan yang di bawa pada hari  upacara melasti biasanya berupa peralatan yang Pura tentukan.  Tidak lupa untuk membawa sesajian yang di peruntukan Tuhan atau Trimurti dalam penyelanggaraan ritual.

  • Arak -arakan

Setiap kelompok melakukan arak-arakan mengelilingi desa masing-masing dengan membawa segala peralatan untuk upacara melasti. Sembari arak-arakan, pimpinan kelompok akan melakukan tetesan-tetesan air sebagai penyucian kepada para peserta. Arak-arakan di akhiri di titik pantai yang telah ditentukan.

Beberapa Pantai yang di jadikan tempat sembahyang yaitu :

Inti proses upacara melasti  yaitu persembahyang. Semua peserta akan mendapatkan secangkir air suci sebagai minumanan, di lanjutkan dengan meletakan bijik pada dahi masing-masing.  setelah proses sembahayang di laksanakan dengan khusyuk, masyarakat bisa kembali ke desa masing-masing.

 

Baca juga :

5 Pura Paling Tekenal di Bali, Bikin Kamu Terpesona!

5 Pantai Terbaik di Bali yang Wajib di kunjungi!!!

Inilah 7 Hutan Wisata Bali yang Wajib Kamu Kunjungi

7 Hotel Mewah di Uluwatu Bali Berdasarkan Rating dan Review di Google 2022, Cocok untuk Rekomendasi menginapmu

 

Ngembak Geni

Upacara adat Bali selanjutnyayang di lakukan setelah selesai merayakan upacara Nyepi selama 24 jam penuh, umat Hindu di Bali melanjutkan dengan proses upacara ngembak geni. Upacara ngambak geni di laksanakan pada pinggal ping  kalih sesih kadasa atau hari kedua pada bulan kesepuluh kalender Hindu-Bali, sekaligus mengakhiri proses catur brata penyepian.

Arti Ngambak ” bebas” dan Geni ” Api”. setelah hari raya nyepi semua lampu di padamkan, masyarat sudah boleh menyalakan lampu dimanapun dan bisa melakukan kegiatan di luar rumah.

Berikut ini beberapa penyelenggaraan Catur Brata Penyepian :

  • Amati geni artinya tidak menyalakan api meskipun untuk memasak
  • Amati karya artinya tidak boleh bekerja
  • Amati lelungan artinya tidak boleh berpergian di luar rumah

Ngambak geni di lakukan dengan cara para umat Hindu mendatangi pure-pure untuk bersembahyang dan mengucapkan syukur terimakasih pada sang Hyang Widhi karena sudah memberikan limpahan berkah selepas melaksanakan Catur Brata Penyepian. Dan berdoa agar memperoleh kedamaian, keteguhan serta kesucian hati selama setahun kedepan.

setelah beryukur dan berdoa, umat hindu melangsungkan ritual Lengsur Banten. yaitu ritual persembahan kepada Sang Hyang Widhi. isi dari sesembahan itu berupa buah-buahan yang berwarna kuning dan lain-lain.

Setelah melaksanakan sesembahan, bersyukur dan berdoa, proses yang harus dilaksanakan adalah proses Dharma Santi atau Sima atau bisa dikatakan silaturahmi mengunjungi  kerabat, teman kerja, teman dekat untuk saling meminta maaf dan memberi maaf atas segala kesalahan.

Upacara Omed-omedan

Upacara adat Bali selanjutnya setelah melaksanakan upacara ngambak geni, ada satu rangkaian acara unik yang sangat di tunggu-tunggu oleh para muda-mudi , yaitu upacara omed-omedan. Dikenal sebagai ajang pencari jodoh bagi muda-mudi desa seseran, sebab memiliki posesnya yang sangat unik.

Proses pelaksanaan

Tim di bagi menjadi dua, yaitu laki-laki dan perempuan. Lalu setiap tim menunjuk satu perwakilan untuk berdiri di tengah para tim, ketika sang laki-laki berusaha untuk memeluk sang wanita para tim laki-laki dan perempuan akan menarik perwakilan timnya masing-masing. Jika para perwakilan sama-sama tidak saling suka, biasanya mereka akan saling menghindar, namun sebaliknya jika saling menyukainya maka mereka akan saling usaha untuk berpelukan.

Biasanya ketika sudah berhasil mendapatkan sang perempuan, sang laki-laki tidak akan melepaskannya, adapula yang hingga menciumnya. Meskipun sudah berhasil memeluknya bahkan berhasil menciumnya, para tim tetap menariknya, jika tidak berhasil juga di pisahkan, maka para penonton akan menyirami keduanya dengan air hingga terlepas.

Persyaratan upacara Omed-omedan

Upacara Omed-omeda hanya di peruntukan bagi laki-laki dan perempuan berusia 17-30 tahun yang belum menikah, bagi wanita yang sedang haid di larang mengikuti upacara ini.

Sejarah upacara Omed-omedan

Pada zaman dahulu tepatnya abad ke-17 seorang Raja di Bali yaitu Raja Puri sedang mengalami sakit keras, hingga para tabib tidak sanggup lagi mengobati sang Raja.

ketiaka Raja sedang beristirahat dikamarnya, Raja mendengar suara ribut-ribut yang sangat mengganggu hingga raja menghampiri keributan tersebut. Ketika di hampiri ternyata ada pertunjukan pemuda dan pemudi yang saling tarik menarik satu sama lain.Bukannya marah karena terganggu, melihat kejadian tersebut sang raja merasa bahagia dan  ajaibnya seketika penyakit sang raja sembuh.

Sejak kejadian itulah, sang raja memerintahkan para pemuda dan pemudi untuk melaksanakan upacara Omed-omedan.

Suatu ketika upacara ini pernah di tiadakan di desa Sesetan, tiba-tiba muncul dua ekor babi hutan yang bertarung di tengah-tengah desa. Hal ini di percayai sebagi pertanda kurang baik untuk warga desa sesetan, sehingga tetua desa sesetan segera melaksanakan tradisi Omed-omedan kembali.

upacara Omed-omedan

pelaksanaan upacara omed-omedan ( Cr : Google )

Upacara Saraswati

Hari raya Saraswati adalah hari turunnya Ilmu pengetahuan. Umat Hindu Dharma di Bali merayakannya setiap 210 hari sekali, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali pada sabtu ( Saniscara ), Umanis ( Legi ), Watugunung.  sehingga dalam kalender masehi dalam satu tahun 2 kali perayaan atau selama 6 bulan sekali.

Hari Saraswati merupakan penghormatan terhadap Dewi Pengetahuan yaitu Dewi Saraswati. Dewi Saraswati di gambarkan sebagai sosok perempuan cantik berlengan empat yang duduk di atas teratai dan berwahana seekor angsa dan merak. Dua tangan kanan membawa sitar atau Veena dan ganati, satu tangan kiri membawa pustaka dan tangan kiri lainnya membawa sitar dan veena.

Hikmah dari Upacara Saraswati  yaitu, harus bersyukur kepada Hyang Widhi atas segala kemurahan yang telah menganugrahkan vidya ( ilmu pengetahuan ) dan kecerdasan. Dengan vidya, mahluknya harus terbebas dari avidya (kebodohan) dan menuju ke pencerahan, kebenaran sejati dan kebahagiaan abadi.

 

 

Artikel Lain

Tinggalkan Komentar Anda