Wisata Banyuwangi – Kota pariwisata pertama yang terbesit di kepala wisatawan lokal hingga mancanegara jika menyebutkan Indonesia pastilah akan terbesit kata ‘Bali’. Memang, wisata Banyuwangi tak sepopuler nama Bali di luar negeri. Padahal, salah satu dari wisata terunik di dunia letaknya di Banyuwangi, loh.

Kali ini, mari kita bergeser sedikit dari Kota Dewata ke kota yang terkenal dengan julukan “The Sunrise of Java“. Cobalah kamu kunjungi beberapa destinasi terbaik yang LABIRU rekomendasikan. Dijamin, kamu akan langsung dibuat jatuh cinta dengan pesonanya yang misterius.

Kamu akan dibuat terkagum-kagum dengan panorama wisata alam Banyuwangi yang memberikan pengalaman perjalanan berbeda. Mulai dari hutannya, pantainya, hingga wisata vulkaniknya, menawarkan keunikan dan keindahan yang mungkin kamu tidak akan temukan di kota wisata lainnya di Indonesia.

 

Blue Fire Kawah Ijen

Blue Fire Kawah Ijen (Cr: Kompas/Bahana Patria Gupta)

Kawah Ijen – The Beauty of Blue Fire

Wisata pertama yang direkomendasikan adalah Kawah Ijen. Gunung Ijen merupakan salah salah satu gunung aktif di Jawa Timur yang memiliki ketinggian 2.443 mdpl dengan kedalaman kawah 200 meter dan luas mencapai 5.466 hektar. Terletak di dua kabupaten yaitu Banyuwangi dan Bondowoso, tepatnya di kawasan Cagar Alam Taman Wisata Ijen.

Daya tarik utama dari destinasi ini adalah kawah kaldera dengan blue flame atau blue fire yang hanya bisa terlihat di malam hari. Fenomena ini sangat langka dan kamu hanya bisa menemukannya di dua tempat di dunia. Yup, Banyuwangi. Tempat lainnya ada di Islandia.

Dikarenakan keindahannya yang unik, destinasi ini tidak hanya menarik wisatawan lokal. Bahkan, banyak menarik para dokumenter dan fotografer profesional dari berbagai negara yang ingin sekedar mengabadikan keindahan kawah dalam potret lensa mereka.

Fenomena blue fire terjadi akibat reaksi gas yang keluar dari gunung belerang kemudian bercampur dengan oksigen, kemudian membentuk api berwarna biru. Waktu terbaik untuk melihat blue fire adalah musim kemarau, sekitar Juli sampai September. Jalur pendakian yang kamu lalui pun cenderung lebih mudah karena tidak licin.

Pastikan kamu mendaki lebih awal sekitar pukul 1 malam dengan durasi tempuh kurang lebih 2 jam karena blue fire akan mulai mengecil menjelang pukul 5 dini hari. Namun, tenang. Setelah dini hari pun kamu tidak akan rugi karena kamu dapat menikmati sunrise dengan view kawah tosca berselimut asap tebal.

Adapun tiket masuk cukup terjangkau, yaitu hanya 5000-7500 rupiah saja. Sedangkan, tiket masuk suaka margasatwa Kawah Ijen yaitu Rp20.000-Rp30.000 bagi pengunjung lokal. Belum termasuk biaya parkir. Jangan lupa gunakan pakaian hangat dan sepatu yang proper ketika mendaki, memakai masker serta membawa peralatan darurat yang praktis.

 

Hutan Jawatan Benculuk Banyuwangi

Hutan Jawatan Benculuk Banyuwangi (Cr: Instagram/@ekoyulist)

Hutan Jawatan Benculuk РVibes Negeri Dongeng

Beralih dari wisata vulkanik, rekomendasi ke dua yaitu hutan wisata. Pernah nonton film Lord of The Ring atau Alice in Wonderland? Maka, kamu wajib datang ke sini. Destinasi ini populer dan sempat viral karena mirip latar di kedua film tersebut. Bagaimana, sudah mulai penasaran dengan pesona fantasi dan misteriusnya?

Kalau kamu pecinta dongeng dan fantasy seperti Lord of The Ring, Snow White and The Hutsman, Malificient dan sejenisnya, destinasi ini sangat sempurna untuk memuaskan imajinasimu karena akan membuat kamu merasa seperti sedang di Negeri Dongeng. Apalagi, sambil membawa novel fantasi kesayangan.

Hutan Trembesi ini sebenarnya cukup kecil dengan luas 3,8 hektar saja berbanding dengan hutan pada umumnya yang memiliki luas rata-rata di atas 10 hektar. Namun, ideal sebagai destinasi wisata dengan penataan baru yang disesuaikan untuk mendukung pengembangan destinasi ini sebagai tujuan wisata.

Pengunjung yang ingin menikmati kawasan ini cukup membayar tiket masuk Rp 6.000 per orang dan biaya parkir sebesar Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Sangat terjangkau, bukan?

 

Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Pantai Pulau Merah (Cr: Indonesia Traveler)

Pantai Pulau Merah – The Lost Island

Wisata ini adalah salah satu destinasi populer yang terkenal dengan keindahan landscape sunset-nya di sore hari. Terdapat sebuah bukit setinggi 200 meter tidak jauh dari pantai yang menjadi khas karena tanahnya yang berwarna merah, dari sini nama pulai ini berasal.

Waktu terbaik menikmati sunset adalah antara November – Februari. Namun, jika ingin menikmati jernih dan bersihnya pasir pantai, datanglah pada musim kemarau, yaitu antara bulan Juli-November. Pada periode ini, biasanya pasir pantai sedang bersih-bersihnya.

Selain populer sebagai tujuan menikmati sunset, pantai ini juga menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk berselancar. Menariknya, terdapat camping ground bagi kamu yang ingin menikmati sensasi menghabiskan malam di tepi pantai.

Untuk tarif masuk cukup terjangkau, mulai 8 ribu saja. Fasilitas di sekitar pantai juga lengkap. Ada rumah makan, mushola, toilet, pusat informasi hingga penginapan dengan tarif per malam mulai 250 ribu. Kamu bisa dengan tenang menikmati liburanmu bersama rombongan.

 

Pantai Boom Marina Banyuwangi

Pantai Boom Marina (Cr: Kumparan)

Pantai Boom Marina – Standart Internasional

Ikon wisata baru kota Banyuwangi, destinasi ini sukses populer di kalangan wisatawan karena penataan lokasi yang menarik perhatian. Dulunya lokasi ini adalah pelabuhan yang dikembangkan oleh PT. Pelindo Property Indonesia yang kini sukses menyulapnya menjadi kawasan dermaga kapal pesiar dan berdiri sejumlah landmark yang ikonik.

Landmark paling populer di sini adalah jembatan lintas (causeway) berbentuk spiral. Arsitekturnya terlihat megah dan instagramable bahkan pada malam hari. Banyak spot yang dihiasi dengan lampu LED sebagai dekorasi sehingga menjadi semakin estetik ketika malam tiba.

Pantai ini sepertinya memang akan dikembangkan dengan standart internasional karena menjadi tempat bersandarnya kapal-kapal Yacht (Sail Boat) dan Power Boat (Super Yacht dan Mega Yacht) yang langsung terintegrasi dengan beberapa fasilitas resort pribadi.

Menawarkan fasilitas yang cukup lengkap, seperti jogging track, eco park, penyewaan ATV dan motor cross. Fasilitas penunjangnya pun lengkap, seperti area glamping, amphitheatre, private resort, marina lounge and restaurant, yach club, dryberth facilities, serta amphitheater Boom Eco Adventure Park yang berada di pinggir pantai.

 

Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran (Cr: Shutterstock/Soft_Light)

Taman Nasional Baluran – Africa Van Java

Jangan lupakan destinasi yang satu ini kalau kamu sedang eksplore tanah Banyuwangi. Banyak spot wisata yang bisa kamu kunjungi sekaligus. Destinasi pertama, kamu wajib mengujungi Goa Jepang. Goa bersejarah seluas 12 meter persegi yang dulunya digunakan sebagai tempat penyimpanan amunisi dan benteng pertahanan tentara Jepang.

Destinasi berikutnya, Hutan Evergreen. Kamu akan menjelajahi hutan tropis mirip terowongan yang sejuk dan indah. Banyak fauna yang menghuni pepohonanan di sini. Bahkan, pada musim tertentu di bulan Januari hingga Februari, kamu bisa saja beruntung menemukan gerombolan kupu-kupu yang terbang bebas bersama.

Bagaikan gerbang, hutan tersebut juga merupakan akses jalan satu-satunya menuju padang Savana Bekol. Savana yang akan mengingatkanmu dengan banyak lokasi yang menjadi ciri khas benua Afrika. Saat musim penghujan, terlihat seperti padang rumput yang sejuk. Namun, saat musim kemarau, akan terlihat merangat. Vibes-nya jauh berubah drastis.

Kalau kamu sudah lelah mengeksplorasi Savana Bekol. Sekitar 3 km dari lokasi kamu bisa menemukan berbagai wisata pantai, dermaga manggrove, dan wisata bawah laut (snorkeling) di Perairan Bama.

The real one stop wisata alam nih namanya. Kamu bisa menikmati pantai, wisata bawah laut, padang savana, dan hutan tropis dalam satu kawasan.  Tarif masuknya pun terjangkau, mulai 15 ribu saja untuk wisatawan domestik dan 150 ribu untuk wisatawan asing.

 

Basring Underwater

Basring Underwater (Cr: YukBanyuwangi)

Basring Underwater – Plus Pulau Tabuhan & Pulau Menjangan

Bagi kamu pecinta wisata bawah laut, wajib nih ke destinasi ekowisata berbasis konservasi ikan dan terumbu karang yang satu ini. Lokasinya berada di perairan Selat Bali, tepatnya di Desa Basring, Wongsorejo, Banyuwangi. Tarif masuknya sangat terjangkau loh, hanya 5000 rupiah saja per orang.

Terdapat rumah apung yang digunakan sebagai meeting point wisatawan yang ingin melakukan snorkeling atau diving sekaligus keramba ikan yang digunakan sebagai tempat konservasi penyembuahan ikan hiu dan penyelamatan penyu.

Tarif snorkeling sebesar 30 ribu dan diving sebesar 50 ribu per orang. Bagi pemula, ada pemandu yang siap menjadi instruktor sekaligus guide yang akan menunjukkan spot panorama bawah laut terbaik untuk kamu. Fasilitas lainnya, kamu juga bisa menikmati kano (40 ribu), papan puddle (50 ribu), dan banana boat (150 ribu untuk maksimal 5 orang).

Bagi kamu yang berasal dari luar kota, pengelola Basring Underwater juga menyediakan penginapan yang dikelola oleh warga lokal dengan tarif per malam mulai 200 – 700 ribu. Jadi, kamu bisa puas eksplore Basring. Coba deh kamu meneruskan perjalanan ke Pulau Tabuhan dan Pulau Menjangan juga.

Pengelola menyediakan perahu penyeberangan bagi kamu yang ingin eksplore Pulau Tabuhan dan Pulau Menjangan. Tarif ke Pulau Tabuhan mulai 500 ribu (PP) per orang dengan kapasitas maksimal 10 orang. Sedangkan, penyeberangan ke Pulau Menjangan memang lebih mahal, yaitu 1 juta (PP) per orang.

Baca Juga:
11 Wisata Kuliner Banyuwangi Paling Populer dan Enak
Hotel Dialoog di Banyuwangi, View Pantai & Sawah

Nah, itu rekomendasi rekomendasi wisata alam di Banyuwangi yang patut kamu pertimbangkan. Terutama bagi kamu pecinta wisata alam, Banyuwangi memiliki pesona misterius yang bahkan tidak akan kamu temukan di kota lain.

 

Paket Wisata di Bali

Kami Memiliki Paket Wisata Menarik untuk Kunjungan di Bali