Tour Makassar – Dari Makassar, perjalanan sekitar 5–6 jam akan membawamu ke kawasan wisata Bira di Kabupaten Bulukumba. Setelah menikmati ikon kota seperti Pantai Losari, Fort Rotterdam, atau Pantai Akkarena, perjalanan ke ujung selatan Sulawesi Selatan ini akan menghadirkan suasana pesisir yang jauh lebih tenang dan berbeda.

Beragam wisata di Bira memang identik dengan pantai berpasir putih, tetapi kawasan ini punya lebih banyak pengalaman untuk dijelajahi. Kamu bisa menyeberang ke pulau kecil, melihat pembuatan kapal tradisional, mengenal kehidupan masyarakat pesisir, hingga singgah di pantai yang menyimpan cerita sejarah maritim.

Pantai Tanjung Bira

Credit: IDN Times

Pantai Tanjung Bira menjadi pintu masuk yang pas untuk mengenal kawasan ini. Pantainya terkenal dengan pasir putih yang sangat halus serta gradasi laut biru yang terlihat jelas dari garis pantai. Di sekitarnya juga tersedia berbagai pilihan penginapan, mulai dari homestay hingga resor.

Setelah beristirahat dari perjalanan panjang dari Makassar, kamu bisa berjalan santai di tepi pantai atau mencoba aktivitas air seperti snorkeling dan banana boat. Dari kawasan ini pula perjalanan menuju Pulau Liukang Loe biasanya dimulai, sehingga Tanjung Bira mudah ditempatkan sebagai pusat agenda selama berada di Bulukumba.

Jembatan Kaca Bira

Credit: Detik

Tidak jauh dari pantai, suasana perjalanan dapat kamu buat sedikit berbeda dengan mengunjungi Jembatan Kaca di kawasan Titik Nol Tanjung Bira. Untuk mencapainya, pengunjung perlu menuruni sekitar 77 anak tangga sebelum tiba di jembatan yang menjorok ke arah laut.

Dari atas jembatan, kamu dapat melihat tebing dan perairan Bira dari sudut yang berbeda. Karena itu, tempat ini lebih cocok dinikmati sebagai persinggahan singkat untuk menikmati panorama dibandingkan sebagai tujuan utama sepanjang hari.

Baca Juga: Jelajahi Pantai Eksotis Tempat Lahirnya Kapal Phinisi! Pantai Tanjung Bira

Pulau Liukang Loe

Credit: Keluyuran

Setelah menikmati kawasan daratan, perjalanan bisa berlanjut ke Pulau Liukang Loe yang berada tepat di seberang Pantai Bira. Pulau ini menawarkan pasir putih, air berwarna biru toska, serta suasana yang lebih tenang dibandingkan kawasan pantai utama.

Perairannya menjadi daya tarik utama untuk snorkeling dan diving karena terdapat terumbu karang yang dapat kamu amati dari dekat. Namun, kamu juga bisa memilih agenda yang lebih santai dengan berjalan di sekitar pulau dan menikmati suasana pesisir sebelum kembali menyeberang ke Bira.

Tana Beru dan Pembuatan Kapal Pinisi

Credit: Atourin

Jika tiga tempat sebelumnya banyak menonjolkan wisata bahari, Tana Beru membawa perjalanan ke sisi budaya Bonto Bahari. Kawasan ini terkenal sebagai salah satu pusat tradisi pembuatan kapal yang diwariskan antargenerasi oleh masyarakat setempat.

UNESCO memasukkan Pinisi, seni pembuatan kapal di Sulawesi Selatan, ke Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2017. Tana Beru bersama Bira dan Batu Licin tercatat sebagai pusat tradisi tersebut. Saat berkunjung, kamu dapat melihat proses pengerjaan kapal sekaligus memahami mengapa keterampilan maritim menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir Bulukumba.

Pantai Panrang Luhu

Credit: JourneyBeyondHorizon

Sisi kehidupan masyarakat Bira juga terasa di Pantai Panrang Luhu. Pantai yang berada dekat kawasan pelabuhan ini memiliki hamparan pasir putih dan deretan pohon kelapa, tetapi daya tariknya tidak berhenti pada pemandangan pesisir.

Di sekitar pantai, aktivitas masyarakat masih menjadi bagian dari pengalaman berkunjung. Kamu dapat menjumpai pembuatan perahu Pinisi serta melihat perempuan setempat membuat kain tenun khas Bira secara tradisional. Dengan begitu, Panrang Luhu memberi kesempatan untuk menikmati pantai sambil mengenal keseharian masyarakat yang hidup berdampingan dengan laut.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata di Makassar yang Paling Populer

Pantai Mandala Ria

Credit: Traveloka

Untuk melengkapi perjalanan, Pantai Mandala Ria menawarkan suasana yang lebih tenang di kawasan Desa Ara–Lembanna, Bonto Bahari. Garis pantainya panjang dengan pasir putih dan perairan yang relatif landai, sehingga kamu bisa berjalan santai, menikmati tepian laut, atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

Menariknya, kawasan ini juga memiliki hubungan dengan sejarah maritim masyarakat Ara. Catatan Pemerintah Kabupaten Bulukumba menyebut masyarakat setempat pernah membuat kapal pendarat untuk mendukung perjuangan pembebasan Irian Barat pada 1962. Karena itu, Mandala Ria menjadi penutup yang menarik setelah sebelumnya melihat tradisi pembuatan kapal di kawasan Bonto Bahari.

Baca Juga: Paket Tour 5H4M Makassar – Toraja – Tanjung Bira

Memperpanjang perjalanan dari Makassar ke Bira memberi variasi wisata yang lebih luas daripada sekadar menambah daftar pantai. Dalam satu kawasan, kamu dapat menikmati wisata bahari, menyeberang ke pulau, sekaligus mengenal tradisi maritim yang masih hidup sampai sekarang.

Karena perjalanan dari Makassar membutuhkan sekitar 5–6 jam, sebaiknya sediakan waktu menginap agar agenda tidak terlalu padat. Susun kunjungan berdasarkan lokasi, waktu penyeberangan, serta aktivitas yang ingin kamu lakukan supaya perjalanan tetap nyaman.

Labiru Tour dapat membantu kamu menggabungkan Makassar dan Tanjung Bira dalam itinerary yang lebih terarah, termasuk transportasi, penginapan, konsumsi, serta pilihan destinasi. Rutenya juga dapat disesuaikan dengan durasi dan karakter perjalanan agar waktu liburan dapat digunakan dengan lebih efektif.

Paket Wisata di Makassar

Kami Memiliki Paket Wisata Menarik untuk Kunjungan di Makassar