Tour Labuan BajoBukan hanya seafood daerah Labuan Bajo saja lho yang bisa memanjakan lidah wisatawan, kuliner khas setempat dengan bahan baku komoditi lokal juga wajib dicoba. Penasaran? ini dia daftar kuliner Labuan Bajo yang harus dicoba setidaknya sekali saat berkunjung untuk berwisata di Labuan Bajo.

 

 

Rumpu Rampe

Credit: Cookpad

Makanan ini merupakan jenis sayuran khas setempat yang biasanya dimakan bersama nasi, atau menjadi pendamping kuliner Sei Sapi khas NTT. bahan bakunya sendiri sederhana, terbuat dari campuran berbagai macam sayuran seperti daun singkong, daun pepaya, buah pepaya muda yang diiris kecil-kecil, bunga pepaya, dan juga jantung pisang.

Semua bahan ini kemudian ditumis menjadi satu dengan bumbu-bumbu sederhana seperti garam, penyedap rasa, dan juga merica. bahkan terkadang bumbu yang digunakan dalam memasak sayur ini hanya garam secukupnya, dan itu sudah bisa menciptakan rasa yang menggoda.

Untuk yang tidak suka makanan pahit karena terdapat daun pepaya dalam masakan ini, sayuran di atas bisa direbus terlebih dahulu atau diremas menggunakan garam untuk mengurangi rasa pahitnya.

 

Kompiang

Credit: Komodorental

Dikenal juga dengan sebutan kompiang longa, merupakan sejenis roti kudapan khas Labuan Bajo yang berbentuk bulat atau oval dengan warna kecoklatan seperti warna roti pada umumnya dengan bagian atas yang ditaburi dengan biji wijen. Dalam bahasa Manggarai Flores disebut longa, karena itu nama kudapan ini dikenal juga sebagai kompiang longa.

Kompiang merupakan makanan adaptasi budaya Tionghoa yang cocok dimakan sebagai pendamping kopi  atau teh. Menurut sejarah, makanan ini pertama kali muncul  di Kota Ruteng sekitaran tahun 1983 dan akhirnya berkembang terus hingga sekarang.

 

Rebok

Credit: Ladiestory

Terbuat dari campuran tepung jagung atau tepung beras dan kelapa parut, dan merupakan salah satu camilan favorit masyarakat Manggarai, NTT yang biasanya dijadikan teman atau pendamping saat minum teh atau kopi. Dalam proses pembuatannya, rebok menggunakan tambahan telur, gula, dan vanili sehingga memberikan rasa manis yang menenangkan lidah.

Untuk pengolahannya, rebok sendiri memakan waktu lama yang bahkan bisa sampai berjam-jam lamanya dalam proses memasaknya.

 

Baca juga : 10 Makanan tradisional Khas Lombok Terpopuler – Wisata Kuliner

 

Kolo

Credit: Ladiestory

Merupakan olahan nasi bakar khas masyarakat Labuan Bajo yang biasanya dimakan dengan aneka lauk pauk seperti ikan dan aneka sayuran. Tetapi nasi bakar kolo ini memiliki perbedaan dari nasi bakar pada umumnya, dimana kolo ini tidak dibakar menggunakan daun pisang, melainkan dibakar dengan cara dimasukkan ke dalam bilah bambu.. 

Nasi yang sudah dibumbui dengan bumbu spesial yang khas dan dimasukkan kedalam bambu ini kemudian dibakar, dimana aroma bambu yang terbakar yang meresap ke dalam nasi ini akan menambah cita rasa makanan ini dan membuatnya semakin kaya rasa.

 

Jagung Catemak

Credit: Ladiestory

Makanan khas NTT yang juga dikenal dengan nama catemak ini biasanya disajikan sebagai makanan penutup atau kudapan. Terbuat dari jagung yang dimasak bersama kacang tanah, kacang hijau, dan kadang juga ditambah dengan labu atau berbagai sayuran lainnya. 

Dengan bahan baku seperti yang telah disebutkan, tentu saja membuat kuliner ini memiliki cita rasa asin dan gurih. Tentu saja  dijamin akan membuat teman-teman ketagihan.

 

Bose

Credit: Gambar(dot)pro

Makanan khas Labuan Bajo ini hampir serupa dengan bubur jagung lainnya yang dibuat dari campuran jagung, kacang-kacangan seperti kacang merah dan kacang tanah yang dimasak bersama menjadi semacam bubur.

Makanan ini seakan menjadi sajian wajib pada acara perhelatan atau acara-acara besar di NTT. Namun, tidak jarang juga di rumah-rumah masyarakat menyajikan bose ini sebagai makanan karena bukan hanya disukai oleh orang dewasa, bose juga merupakan kuliner yang disukai oleh anak anak karena cita rasanya yang gurih dengan sedikit hint manis.

 

Itu dia beberapa rekomendasi kuliner khas daerah Labuan Bajo yang wajib dicoba jika berwisata kesana. Jangan lupa dicoba ya!

 

Baca juga : 5 Fakta Unik Desa Wae Rebo, Desa Paling Cinematic di Indonesia | Labiru Tour