Tempat Wisata Sumba TerbaikSumba merupakan salah satu daerah penyumbang tenun terbaik. Pulau ini juga terkenal sebagai surganya para peselancar profesional karena letaknya berbatasan langsung dengan Samudra Hindia sehingga memiliki ombak tinggi dan arus kuat, terutama saat bulan Mei hingga Oktober.

Desa ini juga memiliki julukan “Negeri 1000 Megalitik”. Pasalnya, keberagaman budaya dan peninggalan kuno di sini sangat banyak dibandingkan kebanyakan daerah lain di Indonesia dan masih melekat kuat dengan adat dan kepercayaan masyarakatnya.

Ada yang tidak bisa kamu lewatkan dari pulau ini, yaitu pesona keindahan alamnya yang menakjubkan. Sumba terkenal memiliki daerah laut atau perairan yang ‘megah’ dan landscape alam yang ‘berkelas’ membentang hingga ujung garis katulistiwa di kaki langit Sumba, membuat siapa pun tak akan terlepas dari pesonanya.

 

Bukit Wairinding (Credit: Pinterest/SundulPoker)

Bukit Warinding

Wisata alam ini merupakan destinasi paling memukau di Sumba Timur, NTT. Menyuguhkan landscape alam perbukitan kecil berupa padang sabana hijau yang sangat luas dan eksotik sepanjang mata memandang.

Saat musim penghujan, kamu akan akan melihat keindahan padang savana yang membuat kamu seakan-akan sedang berada di Selandia Baru. Sedangkan, jika kamu datang pada musim kemarau, pesonanya akan membawamu seolah-olah kamu sedang berada di Negeri Africa karena warna rumputnya yang menguning.

Wisata ini sudah populer sejak lama, terutama di kalangan milenials dan pecinta seni visual seperti fotografi dan videografi. Bahkan, tidak jarang menjadi latar lokasi shooting film. Salah satunya seperti film Pendekar Tongkat Emas karya Mira Lesmana.

Destinasi ini sempat kembali viral karena menjadi latar pre-wedding Maudy Ayunda dan Jesse Choi. Suasananya yang kalem dan romantis membuat lokasi ini kembali menjadi buruan wisatawan, termasuk para pasangan muda yang ingin mengabadikan moment pentingnya di tempat ini.

Akses ke lokasi termasuk mudah, bisa tempuh dengan berbagai jenis kendaraan darat. Hanya saja, kamu tetap perlu berhati-hati karena jalan berkelok-kelok menikung khas menuju pegunungan. Waktu terbaik ke lokasi ini adalah di saat matahari terbit maupun di saat mata hari terbenam.

Suasana di tempat ini sangatlah sejuk dan menenangkan. Tempat sempurna untuk self-healing. Bagi kamu pecinta wisata alam, pastilah menjadi salah satu tempat paling indah dan berkesan. Wisata ini juga terkenal sebagai Bukit Persahabatan. Alamnya yang tenang sangat cocok untuk membersihkan dan mengembalikan semangat jiwa dan raga.

 

Desa Ratenggaro (Credit: Hipwee/Septian Bayu Anggara)

Desa Adat Ratenggaro

Terletak di Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya. Kata Ratenggaro sendiri berasal dari ‘rate’ yang berarti kuburan dan ‘garo’ yang merupakan nama suku dari desa tersebut. Sebuah peristiwa terbunuhnya Suku Garo oleh suku lain yang kemudian dikebumikan di tanah ini menjadi latar belakang nama Desa Ratenggaro.

Terlepas dari sejarah kemunculannya yang seram, suasana di desa ini jauh dari kata ‘seram’, melainkan estetiknya sentuhan klasik seni bangunan primitif berpadu dengan indahnya landscape pesisir pantai ujung selatan Pulau Sumba. Masyarakatnya pun hingga saat ini masih kental menganut budaya yang ditinggalkan.

Desain rumah adat dengan atap menara yang menjulang tinggi juga merepresentasikan status sosial masyarakat yang mana rumah adat di Desa Ratenggaro ini menjadi rumah adat tertinggi di Pulau Sumba. Selain sebagai tempat tinggal, rumah adat ini juga merupakan saran pemujaan arwah para leluhur suku Garo.

Ada 4 rumah yang mewakili 4 penjuru mata angin dan disakralkan oleh warga yaitu Uma Katode Kataku, Uma Kalam, Uma Katode Kuri, dan Uma Katode Amahu. Sumba juga dikenal sebagai “Negeri 1000 Megalitik”. Kamu akan menemukan banyak situs megalitik di desa ini, termasuk salah satu yang paling populer adalah kubur batu tua dengan ukuran besar.

Kamu juga bisa loh menunggang kuda dan menyewa baju untuk berswafoto di desa ini. Setelah itu, berbelanja kamu juga bisa kain tradisional khas Ratenggaro sebagai oleh-oleh.

 

Danau Waikuri (Credit: Kobaran)

Waikuri Lagoon

Sumba Barat Daya tak habis-habis menyebarkan pesonanya. Danau Waikuri merupakan danau air asin yang terbentuk dari air laut yang pasang dan terjebak dalam cekungan bebatuan karang ketika air laut surut dan percikan ombak yang masuk melalui celah atau rongga-rongga batu karang.

Menyuguhkan view laut kristal kehijauan sebening kaca hingga menyentuh dasar danau yang beralas pasir putih dan bebatuan karang. Tingkat kedalaman yang berbeda-beda menciptakan gradasi warna danau yang berbeda pula, mulai dari yang paling dalam berwarna hijau kebiruan, hingga yang paling dangkal sejernih kristal.

Spot menarik yang ada di sini bukan hanya di danaunya saja. Namun, kamu juga bisa berswafoto di bebatuan karang yang menghadap langsung ke laut lepas. Lokasi ini menjadi salah satu tujuan wisata selebritis dan banyak public figure. Untuk tarif masuk sebesar 50 ribu per orang.

Jika kamu ingin berkunjung ke Waikuri Lagoon, kamu harus menyewa kendaraan sendiri karena tidak ada akses angkutan umum menuju lokasi. Tapi, tenang. Sepanjang perjalanan, kamu akan menikmati indahnya alam Sumba dan bentangan lautan biru yang mengawal perjalananmu.

 

Pantai Mandorak (Credit: Instagram/JaneAnthrani)

Pantai Mandorak

Salah satu destinasi wisata pantai yang patut kamu kunjungi di pulau ini. Landscapenya yang eksotis dan sangat fotogenic menarik minat banyak wisatawan asing. Pantai ini memiliki warna air laut sebening biru kristal dengan bebatuan karang raksasa mengapit pantai seakan-akan menjadi gerbang.

Pantai ini juga merupakan salah satu pantai terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam, loh. Meskipun lokasi pantai cenderung lebih jauh dari pantai lainnya. Namun, tak menyusutkan niat para petualang dan pemburu sunset. Kamu harus tetep waspada ketika berada di sini karena ombak besar bisa datang secara tiba-tiba.

Kamu juga bisa melakukan trekking ke atas bebatuan karang besar yang menghimpit pantai untuk menikmati keindahan alam dan pesisir selatan Sumba dari angle yang berbeda. Fasilitas yang disediakan di sekitar pantai juga cukup memadai, seperti fasilitas akomodasi dan penginapan.

 

Nihi Sumba (Credit: HerStory)

Nihi Sumba

Terletak di pesisir pantai selatan Sumba, resort ini memiliki fasilitas, pelayanan, dan view yang sangat berkelas dan berstandart internasional. Tahukah kamu bahwa resort ini juga termasuk resort termewah dan termahal di Indonesia?

Resort ini didirikan dan dikelola oleh peselancar asing asal Amerika Serikat bernama Claude Graves dan istrinya, Petra. Bermula ketika mereka mencari ombak legendaris bernama Occy’s Left, yang kemudian jatuh cinta dengan keindahan alam Sumba. Kemudian, resort ini resmi dibuka pada tahun 2015.

Resort ini kemudian dikembangkan menjadi akomodasi kelas internasional dengan menjalin kerja sama dengan Chris Burch dan Jam McBride. Meskipun Nihi didirikan dan dikelola oleh warga asing, namun tetap memberdayakan masyarakat sekitar untuk bekerja di resort tersebut dan menyumbangkan sebagian keuntungannya ke Sumba Foundation.

Menariknya, hotel ini masuk dalam Best Hotel in the World versi majalah Travel & Leisure tahun 2017, #8th Best Resort/Hotels in Asia versi majalah Travel & Leisure tahun 2019, dan Predikat Travellers Choice versi Tripadvisor tahun 2020. Wah, yakin kamu belum tergoda untuk memasukkannya ke dalam bucketlist kamu?

Resort ini memiliki fasilitas berstandart internasional dengan 33 villa yang dibanderol 13,3 juta hingga 260 juta per malam dengan fasilitas seperti makanan, akomodasi dengan kolam renang pribadi, minuman non-alkohol, rekreasi lokal, wifi, dan aktivitas laut lainnya.

Villa pun berhadapan langsung dengan bentang Pantai Nihi. Kamu bisa melakukan berbagai aktivitas air seperti surfing, jet ski, sightseeing, scuba divingpaddle board, dan beragam aktivitas lainnya yang akan memuaskan jiwa-jiwa petualangmu.

Resort ini juga menjadi tujuan banyak para selebriti tersohor seperti David Beckham, Jennifer Lawrence, Chris Hemsworth, Heidi Klum, Kaitlynn Carter dan Brody Jenner yang mengadakan pernikahan di resort ini, dan masih banyak seleb internasional lainnya. Sedangkan, selebriti lokal yang pernah menginap di sini juga tak kalah sedikit, misalnya seperti Rachel Vennya dan Gisella Anastasia.

Baca Juga:
Sunrise di Bukit Tenao, Sumba
Desa Adat di Indonesia

Artikel Lain

Tinggalkan Komentar Anda